Pensiun Dini

Pensiun Dini - Delapina Property Gading Serpong

Kata pensiun sering kali menakutkan banyak orang. Namun hal ini yang mengherankan, hari-hari ini kata pensiun dini justru diminati oleh banyak orang. Padahal, keduanya mempunyai dasar kata yang sama. Apakah yang membedakannya?

Pembedaannya adalah kata “pensiun” terlihat sebagai akhir dari prestasi seseorang, sedangkan “pensiun dini” tampak sebagai akhir kerja keras seseorang untuk mulai menikmati hasilnya tanpa harus bekerja keras lagi. Mana yang terbaik. Andalah yang memutuskan.

Tidak ada orang yang menyangka bahwa masa depan pria dalam kisah berikut berakhir tragis. Ia lahir di Waterville, New York, pada 12 Juli 1854 dan meninggal di Rochester pada 14 Maret 1932 pada usia 78 tahun. Ayahnya seorang kepala dagang dan meninggal pada waktu ia berusia 8 tahun. Sepeninggalan ayahnya, ia terpaksa putus sekolah dan mencari nafkah sendiri. Pada usia 9 tahun, bakat pengusahanya mulai tampak. Ia sangat pandai mencari uang. Dalam beberapa tahun, ia dapat menabung sebanyak $500.

Melalui hobi memotret, pada usia 35 tahun ia berhasil membuat kamera ringan yang mudah dipakai. Kamera itu ia jual dengan harga $25. Ia mengiklankannya secara besar-besaran. Dalam waktu 2 tahun ia berhasil menjual 100 ribu kamera. Pria ini menjadi jutawan pada usia relatif muda.

Perusahaannya berkembang menjadi salah satu perusahaan fotografi terbesar di dunia. Pria ini bernama George Eastman. Kameranya adalah Kodak. Ia menyumbangkan $75 juta untuk dunia pendidikan di USA. Namun ironisnya, ia mengakhiri hidupnya dengan tragis. Ia menembakkan pistol ke kepalanya. Ia hidup dalam kekecewaan. Di dekat jasadnya ditemukan secarik kertas yang ia tulis sendiri “To all my friends, my work is done, why wait? GE.

Memang benar, apabila hanya mengejar target pribadi, kita akan kehilangan semangat setelah target kita tercapai. Coba saja apabila Geoge Eastman tidak berpikir pendek, sekalipun semua cita-citanya sudah tercapai, bukankah ada hal mulia lain yang dapat ia kerjakan? Ia dapat memberikan perhatian kepada generasi yang lebih muda memberikan waktu, pengalaman, dan mungkin menjadi mentor untuk menolong sesama.

Tidak ada istilah selesai bekerja dan pensiun. Selama kita masih kuat, ada banyak hal yang dapat kita kerjakan, bagi sesama sampai kita menutup mata.

Read More Posts from Momen Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *