Kemarahan Istri Saya

Banyak orang telah menunjukkan kebodohan saat kehilangan kendali atas diri mereka, dan marah dengan brutal. Rupanya mengalah dan menahan marah untuk menyelesaikan perselisihan dengan damai adalah ciri atau tanda kedewasaan seseorang. Mengonsumsi makanan sehat adalah prioritas dalam keluarga saya. Suatu kali istri saya memesan makanan untuk anak saya di satu restoran. Menurut saya, makanan ini mengandung kolestrol tinggi. Sudah jadi kesepakatan dalam keluarga ini bahwa makanan tidak sehat harus dihindari oleh semua anggota keluarga.

Oleh karena itu, saya menegur kesalahan istri saya dengan keras. Saya menegur ia di depan ibu saya dan ibunya, yang adalah mertua saya. Istri saya tampak marah. Saat berjalan ke kasir untuk membatalkan pesanan, ia mendorong punggung saya, yang saya tahu itu adalah luapan kejengkelannya. Saya sudah membayangkan, nanti di rumah pasti akan ada keributan besar. Makan malam usai. Saya heran sekali karena sampai saat ini, keributan itu tidak pernah terjadi. Ketika saya bertanya, istri saya hanya menjawab, “Sudah lupa tuh.” Jujur dalam hati saya timbul kekaguman yang makin tinggi terhadap istri saya, Christine.

Rupanya mengalah membuat seseorang lebih dihormati dan dicintai. Benar seperti yang dikatakan oleh Aristotle, “Setiap orang boleh marah, itu mudah, tetapi marah kepada orang yang tepat, dalam kadar yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk tujuan yang tepat, dan dengan cara yang tepat, adalah tidak mudah.Aristotle lebih lanjut mengatakan, “Salah satu tanda orang bijaksana adalah dapat menahan/mengontrol dirinya, termasuk kemarahannya.” Saya bersyukur memiliki istri yang bijak.

Read More Posts from Momen Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *