Menguasai Diri

Selalu terjadi di mana-mana bahwa orang yang kuat belum tentu menang dalam satu pertandingan, demikian juga orang yang cepat belum tentu keluar sebagai juara, karena ada etika pertandingan yang harus ditaati.

Arthur Ashe, yang mendapat julukan “Citizen of the World“, adalah juara tenis yang sangat dihormati. Dalam pertandingan tenis “Masters Tennis Tournament in Stockholm, Sweden” pada 1975, ia bertanding melawan Ilie Nastase, petenis asal Rumania. Nastase bermain seperti orang gila sambil memaki, mengutuk, dan mengejek, tetapi Arthur dapat menerimanya dengan tenang. Ia tampak sangat dewasa merespons perbuatan buruk Nastase.

Akan tetapi, akhirnya Arthur berhenti bermain, lalu ia meletakkan raket di lapangan dan berjalan ke kursi wasit, lalu berkata, “Sudah cukup bagi saya. Saya sudah bertahan sampai titik ini, dan saya rasa cukup. Saya khawatir, saya tidak sanggup lagi bertahan dan kehilangan kendali atas keadaan ini.”

“Tapi Arthur,” kata wasit, “dengan tindakan ini, kamu akan kehilangan kesempatan menang dalam pertandingan ini.” “Tidak apa-apa,” sahut Arthur “saya lebih baik kehilangan kemenangan dalam pertandingan ini daripada kehilangan kendali atas diri saya. “Ini merupakan tindakan yang tidak lazim bukan? Namun bagi Arthur, nama baik di atas segalanya, jadi ia berani mengalah.

Esok harinya, panitia pertandingan menyatakan tidak dapat menerima tindakan buruk Nastase sekaligus menyatakan Nastase tidak layak menjadi pemenang karena sikap buruknya. Akhirnya Arthur dinyatakan sebagai pemenang.

Hal ini mengherankan, tetapi nyata. Ketika Arthur mengalah, ia justru menjadi pemenang. Terbukti benar bahwa mengalah tidak sama dengan kalah.

Read More Posts from Momen Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *