Pilihan Terbaik

Pilihan Terbaik - Momen Inspirasi

Teman saya berkeluh kesah tentang putra tunggalnya, sebut saja Darma, karena prestasi sekolah Darma pas-pasan. Akhirnya Darma berhasil lulus SMU walaupun dengan nilai pas-pasan. Karena kondisi ekonomi keluarga teman saya terbilang kuat, sekolah di luar negeri menjadi keputusan, dan akhirnya Amerika dipilih menjadi tempat Darma melanjutkan pendidikan. Karena ayahnya seorang pengusaha, dipilihlah jurusan business. Tentu sang ayah bermaksud mewariskan usahanya kepada putra satu-satunya.

Akan tetapi sayang sekali, dua tahun pertama kuliah dilalui Darma dengan sangat sulit. Berulang kali pihak sekolah memanggil orangtuanya dengan harapan ayah ibunya dapat membantu Darma agar paling tidak bisa lulus dengan nilai cukup, tetapi nyatanya tidak seperti itu.

Pada akhir tahun ke-2, pihak sekolah membicarakan masa depan Darma dengan sangat serius, mereka sepakat memindahkan Darma ke bagian yang mempelajari dan membuat games software. Hal yang mengherankan, keputusan itu disambut dengan antusias oleh Darma. Dalam waktu hanya tiga bulan, prestasi Darma sudah terlihat mencolok di kelasnya hingga membuat semua orang heran. Apa yang terjadi dengan Darma?

Saya membayangkan, seandainya Darma tidak bertemu dengan seseorang yang memberi ia kesempatan untuk “Out of his own box”, ia akan menjadi bagian dari jutaan orang gagal dari seluruh dunia.

Sekolah hanya mengajarkan anak dari tidak tahu menjadi tahu tentang hal-hal yang memang sudah diketahui sebelumnya. Namun, sekolah tidak mengajarkan kita untuk mencari tahu hal yang menjadi kekuatan utama kita sehingga kita dapat mencapai sesuatu yang tidak pernah diketahui sebelumnya.

Ilmu pengetahuan harusnya lebih ditempatkan sebagai pertanyaan daripada jawaban tertutup. Kalau sesuatu tidak dapat terjawab sekarang, biarlah menjadi bahan renungan.  Doronglah diri Anda dan anak Anda untuk berani melakukan sesuatu yang menjadi passion atau sesuatu yang akan menggairahkan mereka.  Dengan demikian, bekera tidak lagi menjadi beban, tetapi rekreasi. Hal ini persis seperti yang dikatakan oleh Confucius, “Carilah pekerjaan yang menyenangkan hatimu maka engkau tidak akan bekerja lagi seumur hidupmu.”

Read More Posts from Momen Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *