Jangan Khawatir

Khawatir merupakan reaksi yang sangat normal. Sering kali hanya dengan alasan sepele orang dapat khawatir selama berbulan-bulan. Banyak orang tahu bahwa khawatir akan melemahkan, bahkan sangat merugikan. Namun hal yang mengherankan, tetap saja mereka “suka” khawatir.

Tahukah Anda, menurut The American College Dictionary, ada satu kata dalam Bahasa Inggris yang artinya yang sama dengan “khawatir”, yaitu fret. Hal yang menarik, kata fret ternyata berasal dari kata Inggris kuno fretan, yang berarti mengganyang, memakan, menggerogoti suatu benda. Jadi, orang Inggris dulu rupanya tahu bahwa khawatir akan mengganyang, memakan, bahkan menggerogoti kekuatan manusia.

Ada seorang pengusaha terkenal dari Amerika. Ia bernama J. C. Penney. Nama ini identik dengan tokonya yang terkenal dan tersebar di banyak kota besar di sana. Ternyata orang seperti J. C. Penney pun masih bisa khawatir, bahkan sangat khawatir hingga kekhawatirannya itu nyaris membunuhnya. Ia bertumbuh dengan iman yang teguh. Kejujurannya tidak tergoyahkan. Ia tidak pernah merokok atau mabuk, lagipula ia adalah pekerja keras.

Akan tetapi, pada 1929 ketika Amerika dilanda depresi besar (malaise), Penney membuat keputusan yang salah dan akibatnya, kondisi perusahaan memburuk. Ia mulai khawatir, dan tidak bisa tidur. Beberapa bagian tubuhnya mulai sakit. Syarafnya mulai terganggu hingga ia harus dirawat di rumah sakit. Di situ mentalnya mulai memburuk.

Suatu saat, ia sangat tertekan, bahkan rasanya sudah tidak dapat bertahan lagi. Ia mengira ia akan mati sebelum pagi tiba. Ia lalu duduk dan mulai menulis surat perpisahan untuk istri dan anak-anaknya. Namun, ternyata ia dapat bertahan sampai pagi. Pagi itu, sayup-sayup ia mendengar nyanyian pujian dari kapel di dekat situ, yang dalam syairnya terdengar: “Jangan cemas apa pun yang terjadi Tuhan akan selalu memeliharamu. ” Tiba-tiba sesuatu terjadi. Semua kekhawatirannya hilang dan ia merasa Tuhan sangat dekat serta sangat mengasihinya.

Kekhawatiran tidak dapat dilawan hanya dengan mengeraskan hati. Kekhawatiran akan sirna pada waktu kita menyadari bahwa Dia senantiasa mengasihi dan menyertai kita.

Read More Posts from Momen Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *