Anak Saya ke Bali

Anak Saya Ke Bali | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

ANAK SAYA KE BALI! Pada suatu sore, anak saya datang kepada saya dan meminta izin untuk pergi dengan teman-temannya ke Bali. Saya sangat heran, padahal kami sudah berencana mau ke Bali, dan waktunya hanya berbeda dua minggu. Saya heran mengapa ia harus pergi ke Bali lagi dengan teman-temannya. Saya berkeras melarang ia pergi. Terjadilah keributan yang tidak bisa saya lupakan. Saya merasa benar dan anak saya juga merasa benar. Tidak ada yang mau mengalah di antara kami.

Itu adalah peristiwa yang paling menyedihkan bagi saya. Hubungan kami terganggu hingga bertahun-tahun setelah kejadian itu. Sekalipun akhirnya saya mengizinkan ia pergi, “keadaan tidak enak” itu lama menjadi ganjalan di antara kami berdua. Saya menyesal setiap kali mengingat peristiwa itu. Jika saya tahu, pasti saya mengalah karena semua kecurigaan dan kekhawatiran saya tidak ada yang terwujud. Saya menyesal sudah mengotot terhadap anak saya.

Hal yang makin membuat saya menyesal adalah ketika suatu kali saya pergi ke Bali lagi dengan anak saya, ia bercerita bahwa ia ditawari rokok dan minuman keras, tetapi dengan sadar ia menolak semua itu. Ketika saya tanyakan penyebabnya, ia menjawab “Jelas saya tidak mau. Itu kan tidak baik dan tidak benar.” Saya terharu mendengarnya.

Memang tidak mudah untuk mempercayai anak, tetapi “kepercayaanlah” yang membuat anak menjadi dewasa. Percayalah!

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *