Badai Petir

Badai Petir

Sering kali alam mengajarkan sesuatu yang hebat kepada kita dengan cara sederhana, tetapi dampaknya luar biasa. Suatu kali, Jawatan Cuaca Nasional mengeluarkan satu imbauan, khususnya bagi mereka yang sering berpegian atau berjalan di tempat atau lapangan terbuka.

Apabila tiba-tiba ada badai petir, ketika petir saling menyambar silih berganti, janganlah lari. Tetaplah tenang di tempat kita terjebak badai petir, dan lakukanlah langkah-langkah berikut:

  1. Berlutut
  2. Dorong tubuh ke depan serendah mungkin
  3. Letakan tangan diatas lutut.

Tujuannnya adalah agar kita tidak menjadi konduktor yang menyalurkan listrik ke bumi.

Sekalipun demikian, keberhasilan pengamanan maksimum akan sangat tergantung seberapa rendah posisi tubuh kita. Bukankan ini contoh sederhana yang sangat menakjubkan, bukan?

Cara yang sama juga perlu kita lakukan saat menghadapi “badai kehidupan”. Berlututlah, rendahkan diri, makin rendah makin baik, dan berdoalah.

Rendahkan diri kita karena Tuhan membenci orang yang sombong dan mengasihi orang yang rendah hati. Angin akan menerpa lebih keras pada bagian pohon yang lebih tinggi. Merendahkan diri bukanlah tindakan bodoh; melalui sikap dan tindakan merendahkan diri, banyak kesulitan hidup dapat kita atasi. Percayalah!

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Read More Posts from Momen Inspirasi

Penjual Ayam Goreng

Penjual Ayam Goreng

Saya menyukai pernyataan yang berbunyi “Kesuksesan tidak tergantung pada usia.” Berapa pun usia kita, kita masih bisa berhasil, dan kegagalan sebenarnya tidak mampu membendung kesuksesan kita. Ada banyak orang mendulang sukses pada usia tua, salah satunya adalah Kolonel Harland Sanders, pendiri waralaba ayam goreng terkenal di dunia KFC, Kentucky Fried Chicken.

Sampai ia berusia 66 tahun, semua usahanya tidak mencapai keberhasilan yang berarti. Akibatnya, mantan anggota Angkatan Darat Amerika ini tidak memiliki uang sepeser pun, kecuali hidup dari tunjangan hari tuanya yang semakin hari semakin menipis. Akan tetapi, ia tidak pernah berhenti berusaha. Rupanya usia tidak memadamkan niatnya untuk berhasil.

Pada suatu kesempatan, ia memperoleh cek jaminan kesejahteraan senilai US$ 105, lalu ia berpikir, “Apa yang dapat kulakukan dengan cek sebesar ini agar berguna bagi orang lain? Apa imbalan yang akan kudapat?” Tentu tidak ada karena jumlahnya sangat kecil. Padahal dalam sisa hidup nya, ia ingin dapat membantu orang lain. Sesaat ia teringat akan keahlian yang ia warisi dari ibunya. Kemudian ia berpikir,”Menjual resep saja tidak akan cukup untuk membayar sewa rumah, bagaimana jika menjual resep dan menunjukkan cara memasak ayam yang benar? Mungkinkah aku akan memperoleh keuntungan?

Kolonel Sanders mulai menawarkan resep ke restoran demi restoran; ada yang menyambutnya dengan baik, ada pula yang mengejeknya. Apakah Kolonel Sanders menyerah? Tidak, ia selalu memiliki alasan untuk tidak berhenti berusaha karena ia punya kunci sukses, yaitu tidak pernah menyerah.

Berapa kali Kolonel Sanders ditolak? Menurut catatan, ia pernah ditolak sebanyak 1.009 kali! la berjuang selama dua tahun menjelajah Amerika dengan mobil tua, tidur di mobil dan bangun pagi dengan kondisi siap menawarkan gagasannya kepada restoran baru. Akhirnya idenya diterima dan ia berhasil pada waktu berusia 65 tahun. Anda pun dapat memperoleh kesuksesan. Jangan tunggu hingga Anda berusia 65 tahun, mulailah sejak sekarang.

Read More Posts from Momen Inspirasi

Lakukanlah Dengan Baik

Lakukanlah dengan Baik

Martin Luther King berkata, “Jika seorang disebut penyapu jalanan, ia seharusnya menyapu jalan seperti Michael Angelo melukis; atau Beethoven membuat lagu; atau Shakespeare menulis puisi. Ia seharusnya menyapu jalan sebersih-bersihnya sehingga semua penghuni surga dan dunia akan berhenti dan berkata, “Di sini pernah hidup seorang penyapu jalan besar yang telah melakukan pekerjaannya dengan baik.”

Kutipan tersebut terdengar sangat biasa karena itulah yang kita dengar setiap hari, yaitu kita harus bekerja dengan baik. Namun, tidak banyak di antara kita yang dapat melakukannya. Sering kali setiap malam setelah bekerja keras seharian, kita merasa begitu lelah. Namun, di tengah kelelahan kita, jika mau jujur, kita masih merasa belum melakukan yang terbaik.

Apakah masih ada harapan untuk bertindak lebih baik lagi pada esok hari? Terjebak dalam ketidaktahuan merupakan masalah terbesar dalam hidup manusia yang singkat. Banyak orang tidak menyadari bahwa manusia mempunyai batas kemampuan dan memang kita tidak mungkin ahli dalam segala hal. Michael Angelo menjadi ahli dalam bidangnya. Beethoven menjadi ahli dalam bidangnya. Demikian pula Shakespeare. Einstein pun bukan pemusik ulung atau pemain sepakbola yang hebat.

Menata hidup merupakan kunci awal untuk hidup lebih baik. Beranilah untuk menekuni satu bidang dan jadilah ahli di sana. Jadilah master dalam bidang yang Anda mampu. Janganlah menjadi seorang generalis, tetapi jadilah spesialis.

Beranilah untuk mengatakan “Tidak” apabila memang itu bukan bidang keahlian kita karena pasti ada orang lain yang akan menanganinya dengan lebih baik.

Read More Posts from Momen Inspirasi

Jangan Khawatir

Khawatir merupakan reaksi yang sangat normal. Sering kali hanya dengan alasan sepele orang dapat khawatir selama berbulan-bulan. Banyak orang tahu bahwa khawatir akan melemahkan, bahkan sangat merugikan. Namun hal yang mengherankan, tetap saja mereka “suka” khawatir.

Tahukah Anda, menurut The American College Dictionary, ada satu kata dalam Bahasa Inggris yang artinya yang sama dengan “khawatir”, yaitu fret. Hal yang menarik, kata fret ternyata berasal dari kata Inggris kuno fretan, yang berarti mengganyang, memakan, menggerogoti suatu benda. Jadi, orang Inggris dulu rupanya tahu bahwa khawatir akan mengganyang, memakan, bahkan menggerogoti kekuatan manusia.

Ada seorang pengusaha terkenal dari Amerika. Ia bernama J. C. Penney. Nama ini identik dengan tokonya yang terkenal dan tersebar di banyak kota besar di sana. Ternyata orang seperti J. C. Penney pun masih bisa khawatir, bahkan sangat khawatir hingga kekhawatirannya itu nyaris membunuhnya. Ia bertumbuh dengan iman yang teguh. Kejujurannya tidak tergoyahkan. Ia tidak pernah merokok atau mabuk, lagipula ia adalah pekerja keras.

Akan tetapi, pada 1929 ketika Amerika dilanda depresi besar (malaise), Penney membuat keputusan yang salah dan akibatnya, kondisi perusahaan memburuk. Ia mulai khawatir, dan tidak bisa tidur. Beberapa bagian tubuhnya mulai sakit. Syarafnya mulai terganggu hingga ia harus dirawat di rumah sakit. Di situ mentalnya mulai memburuk.

Suatu saat, ia sangat tertekan, bahkan rasanya sudah tidak dapat bertahan lagi. Ia mengira ia akan mati sebelum pagi tiba. Ia lalu duduk dan mulai menulis surat perpisahan untuk istri dan anak-anaknya. Namun, ternyata ia dapat bertahan sampai pagi. Pagi itu, sayup-sayup ia mendengar nyanyian pujian dari kapel di dekat situ, yang dalam syairnya terdengar: “Jangan cemas apa pun yang terjadi Tuhan akan selalu memeliharamu. ” Tiba-tiba sesuatu terjadi. Semua kekhawatirannya hilang dan ia merasa Tuhan sangat dekat serta sangat mengasihinya.

Kekhawatiran tidak dapat dilawan hanya dengan mengeraskan hati. Kekhawatiran akan sirna pada waktu kita menyadari bahwa Dia senantiasa mengasihi dan menyertai kita.

Read More Posts from Momen Inspirasi

Ujung yang Satu Bulat, Ujung yang Lain Persegi

Pada waktu kita mengatakan, “Terserah ….” atau waktu kita diam saja, sebenarnya kita sudah membuat keputusan, yaitu menyerahkan kepada orang lain untuk memutuskan sesuatu bagi kita, menyetujui apa pun yang diputuskan orang lain bagi kita.

Ada satu pelajaran berharga dari pengalaman mantan Presiden Amerika Ronald Reagan, yang ia ceritakan sendiri. Sejak masih muda, ia sudah belajar untuk membuat keputusan yang mantap dan tegas. Bibirnya pernah mengajak ia ke tukang sepatu. Si pembuat sepatu bertanya, “Kamu ingin ujung sepatu persegi atau bulat?” Reagan muda ragu-ragu, jadi si pembuat sepatu berkata, “Kembalilah sehari atau dua hari lagi dan beri tahu saya apa yang kamu inginkan.”

Beberapa hari kemudian, si pembuat sepatu bertanya kepada Reagan muda apakah sudah ada keputusan tentang sepatu itu. “Saya belum bisa mengambil keputusan,” jawab Reagan. “Bagus,” kata si pembuat sepatu, lalu ujarnya, “Besok sepatumu selesai.” Ketika Reagan menerima sepatunya, ia terkejut sebab sepatu yang satu berujung bulat dan yang lain berujung persegi! Reagan menyimpulkan, “Melihat kembali sepasang sepatu itu setiap hari memberi saya suatu pelajaran. Jika Anda tidak membuat keputusan sendiri, orang lain yang akan membuatnya untuk Anda.” Hidup kita selalu diperhadapkan kepada keputusan. Hari demi hari, dari jam demi jam, selalu ada keputusan yang harus dibuat. Apabila kita tidak membuatnya, orang lain akan membuatnya untuk kita.

Bagaimana dengan Anda? Hidup kita demikian berharga, jadi belajarlah berani membuat keputusan. Jangan membuat keputusan dalam keadaan buru-buru, juga jangan menunda-nunda. Upayakan emosi dan rasio berjalan seimbang. Pelajari fakta yang ada dengan seksama dan berdoalah sebelum membuat keputusan.

Read More Posts from Momen Inspirasi

Iri Hati

Tidak ada satu alasanpun yang mengizinkan kita iri hati kepada orang lain karena hasilnya hanyalah kekacauan dan segala macam perbuatan jahat yang akan kita dapatkan. Ada sebuah kisah menarik mengenai iri hati. Kisah ini berasal dari legenda rakyat Yunani.

Satu kali ada seorang pria yang tanpa alasan jelas menyimpan iri hati kepada sebuah patung. Patung yang diletakkan di pusat kota itu adalah patung seorang pahlawan olahraga; bertubuh atletis; tinggi, tampan, dan berwibawa. (Mungkin hal-hal inilah yang menimbulkan kebencian dan iri hati pria tersebut).

Setiap saat, ia berusaha menghancurkan patung itu. Namun karena patung itu terbuat dari logam yang kuat dan kukuh, tentu pria tersebut tidak dapat menghancurkannya dengan mudah. Bagi kita, mungkin cerita ini terdengar sangat konyol, tetapi nyatanya memang demikian! Pria tersebut berulang kali berusaha menghancurkan patung itu. Ia telah melakukan berbagai cara, bahkan membongkar fondasi patung. Sampai suatu waktu, usahanya berhasil. Patung itu pun akhirnya bodoh. Namun sayang, ketika roboh, patung itu menimpanya dan akhirnya pria tersebut pun mati.

Apakah Anda masih mengingat peribahasa yang mengatakan, “Barangsiapa menggali lubang, ia sendiri akan terperosok ke dalamnya?

Hari-hari ini banyak orang cenderung melakukan persaingan yang tidak sehat; saling menjatuhkan dan mengkhianati untuk mencapai keberhasilan. Namun, tidak seharusnya kita melakukan hal-hal tersebut. Buanglah sifat mementingkan diri sendiri, belajarlah hidup bersama, dan bangunlah hubungan baik dengan orang lain. Tertawalah bersama mereka yang tertawa dan menangislah bersama mereka yang menangis.

Read More Posts from Momen Inspirasi

Uang

Setiap saat manusia menghadapi begitu banyak godaan, tetapi seharusnya kita dapat mengatasinya dengan baik asal kita berani berkata, “Tidak” pada hal-hal yang salah. Separuh lebih masalah dalam hidup kita akan terselesaikan asal kita berani berkata “Tidak”. Setiap orang pasti mempunyai kebutuhan, mungkin materi atau kebutuhan lain. Namun hal yang mengherankan, sebagian besar masalah dalam hidup kita bersumber pada uang. Jadi, memang benar hal yang dikatakan bahwa “cinta akan uang merupakan akar dari segala kejahatan. Karena mengejar kekayaanlah banyak orang terjebak dalam berbagai kejahatan.

Demi uang, banyak orang terjerumus dalam penjara. Ada yang ditangkap sebagai koruptor, pengedar obat bius, pencuri, dan lain sebagainya. Tidak sedikit pemimpin yang kehilangan nama baik karena uang. Uang memang penting, tetapi hal yang lebih penting adalah mengatur penggunaan uang.

Ada jutaan, puluhan, bahkan ratusan juta orang di dunia mendambakan hidup bahagia. Hidup bahagia sering dikaitkan dengan sesuatu yang berhubungan dengan kekayaan karena banyak orang mengira kekayaan identik dengan kebahagiaan. Namun, kenyataannya tidaklah demikian. Orang yang memiliki banyak uang, tetapi tidak memiliki kecakapan mengatur penggunaan uang akan mengundang banyak masalah.

Apa pun alasannya, kita tidak dapat menggunakan uang sesuka kita. Jika Anda ingin aman dalam menggunakan uang, ikutilah pedoman penggunaan uang dengan benar:

  1. Gunakan uang untuk kewajiban
  2. Gunakan uang untuk kebutuhan
  3. Apabila masih ada uang lebih, gunakan uang untuk keinginan

Jangan salah meletakkan urutan prioritas ini. Jika pemenuhan keinginan menjadi nomor satu, misalnya Anda ingin ganti HP, jangan heran apabila hidup Anda menjadi berantakan. Bagaimanapun, keinginan merupakan prioritas nomor tiga, dan kewajiban seperti uang sekolah anak, membayar tagihan merupakan prioritas pertama. Apabila kita bijak mengatur penggunaan keuangan, hidup kita akan lebih nyaman.

Read More Posts from Momen Inspirasi

Pilihan Terbaik - Momen Inspirasi

Pilihan Terbaik

Teman saya berkeluh kesah tentang putra tunggalnya, sebut saja Darma, karena prestasi sekolah Darma pas-pasan. Akhirnya Darma berhasil lulus SMU walaupun dengan nilai pas-pasan. Karena kondisi ekonomi keluarga teman saya terbilang kuat, sekolah di luar negeri menjadi keputusan, dan akhirnya Amerika dipilih menjadi tempat Darma melanjutkan pendidikan. Karena ayahnya seorang pengusaha, dipilihlah jurusan business. Tentu sang ayah bermaksud mewariskan usahanya kepada putra satu-satunya.

Akan tetapi sayang sekali, dua tahun pertama kuliah dilalui Darma dengan sangat sulit. Berulang kali pihak sekolah memanggil orangtuanya dengan harapan ayah ibunya dapat membantu Darma agar paling tidak bisa lulus dengan nilai cukup, tetapi nyatanya tidak seperti itu.

Pada akhir tahun ke-2, pihak sekolah membicarakan masa depan Darma dengan sangat serius, mereka sepakat memindahkan Darma ke bagian yang mempelajari dan membuat games software. Hal yang mengherankan, keputusan itu disambut dengan antusias oleh Darma. Dalam waktu hanya tiga bulan, prestasi Darma sudah terlihat mencolok di kelasnya hingga membuat semua orang heran. Apa yang terjadi dengan Darma?

Saya membayangkan, seandainya Darma tidak bertemu dengan seseorang yang memberi ia kesempatan untuk “Out of his own box”, ia akan menjadi bagian dari jutaan orang gagal dari seluruh dunia.

Sekolah hanya mengajarkan anak dari tidak tahu menjadi tahu tentang hal-hal yang memang sudah diketahui sebelumnya. Namun, sekolah tidak mengajarkan kita untuk mencari tahu hal yang menjadi kekuatan utama kita sehingga kita dapat mencapai sesuatu yang tidak pernah diketahui sebelumnya.

Ilmu pengetahuan harusnya lebih ditempatkan sebagai pertanyaan daripada jawaban tertutup. Kalau sesuatu tidak dapat terjawab sekarang, biarlah menjadi bahan renungan.  Doronglah diri Anda dan anak Anda untuk berani melakukan sesuatu yang menjadi passion atau sesuatu yang akan menggairahkan mereka.  Dengan demikian, bekera tidak lagi menjadi beban, tetapi rekreasi. Hal ini persis seperti yang dikatakan oleh Confucius, “Carilah pekerjaan yang menyenangkan hatimu maka engkau tidak akan bekerja lagi seumur hidupmu.”

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi - Lebih Bahagia Memberi

Lebih Bahagia Memberi

Pada waktu bayi lahir ke dunia, katanya jika sehat, ia pasti menangis dengan keras; makin sehat bayi, makin keraslah tangisannya. Saat bayi menangis, ada orang memperhatikan bahwa tangannya selalu mengepal. Bentuk tangan ini berbeda dengan tangan orang meninggal, tangannya terbuka, tidak menggenggam.

Sering disebutkan bahwa hal ini merupakan pertanda keegoisan manusia. Sejak lahir, manusia sudah berusaha mengambil atau menahan sesuatu dengan kuat dalam genggamannya, seperti ia tidak rela berbagi.

Akan tetapi, bukankah dengan demikian adanya? Manusia pada dasarnya adalah egois, tidak mau memberi. Sekalipun ada kebenaran yang mengatakan, “Lebih berbahagia memberi daripada menerima”, banyak orang tidak melakukannya.

Rockefeller adalah seorang yang menjalani bagian pertama hidupnya sebagai laki-laki yang tidak bahagia; ia sering sulit tidur. Ia merasa tidak ada orang yang menyayanginya. Ia harus dikelilingi oleh sejumlah pengawal pribadi.

Ketika usianya menginjak 53 tahun, ia didiagnosis menderita sejenis penyakit langka. Ia kehilangan semua rambutnya dan tubuhnya mengecil. Pada ahli mengatakan hidupnya tinggal setahun.

Selama itu Rockefeller mulai berpikir melewatu batas-batas yang mengukung hidupnya dan mencoba menemukan arti hidup. ia memberikan sebagian besar uangnya kepada gereja dan kaum miskin, serta mendirikan Yayasan Rockefeller. Luar biasa. Hidupnya justru berbalik seratus delapan puluh derajat. Kesehatannya membaik berlawanan dengan perkiraan dokter, dan ia bisa hidup hingga berusia 98 tahun.

Riwayat hidup Rockefeller mencontohkan transformasi yang terjadi saat seseorang menemukan rasa puas dalam memberi. Artinya, kebiasaan bersedekah telah mendatangkan kenikmatan atau kepuasan batin yang tidak dapat digantikan dengan apa pun.

Mengherankan, tetapi itulah kenyataannya; ada kuasa saat kita memberi. Jadi, jangan memberi hanya karena kita mampu. Teruslah memberi, apa pun keadaan Anda, dan jangan berhenti memberi. Memberilah dengan sukacita.

Read More Posts from Momen Inspirasi