Momen Inspirasi

Uang

Setiap saat manusia menghadapi begitu banyak godaan, tetapi seharusnya kita dapat mengatasinya dengan baik asal kita berani berkata, “Tidak” pada hal-hal yang salah. Separuh lebih masalah dalam hidup kita akan terselesaikan asal kita berani berkata “Tidak”. Setiap orang pasti mempunyai kebutuhan, mungkin materi atau kebutuhan lain. Namun hal yang mengherankan, sebagian besar masalah dalam hidup kita bersumber pada uang. Jadi, memang benar hal yang dikatakan bahwa “cinta akan uang merupakan akar dari segala kejahatan. Karena mengejar kekayaanlah banyak orang terjebak dalam berbagai kejahatan.

Demi uang, banyak orang terjerumus dalam penjara. Ada yang ditangkap sebagai koruptor, pengedar obat bius, pencuri, dan lain sebagainya. Tidak sedikit pemimpin yang kehilangan nama baik karena uang. Uang memang penting, tetapi hal yang lebih penting adalah mengatur penggunaan uang.

Ada jutaan, puluhan, bahkan ratusan juta orang di dunia mendambakan hidup bahagia. Hidup bahagia sering dikaitkan dengan sesuatu yang berhubungan dengan kekayaan karena banyak orang mengira kekayaan identik dengan kebahagiaan. Namun, kenyataannya tidaklah demikian. Orang yang memiliki banyak uang, tetapi tidak memiliki kecakapan mengatur penggunaan uang akan mengundang banyak masalah.

Apa pun alasannya, kita tidak dapat menggunakan uang sesuka kita. Jika Anda ingin aman dalam menggunakan uang, ikutilah pedoman penggunaan uang dengan benar:

  1. Gunakan uang untuk kewajiban
  2. Gunakan uang untuk kebutuhan
  3. Apabila masih ada uang lebih, gunakan uang untuk keinginan

Jangan salah meletakkan urutan prioritas ini. Jika pemenuhan keinginan menjadi nomor satu, misalnya Anda ingin ganti HP, jangan heran apabila hidup Anda menjadi berantakan. Bagaimanapun, keinginan merupakan prioritas nomor tiga, dan kewajiban seperti uang sekolah anak, membayar tagihan merupakan prioritas pertama. Apabila kita bijak mengatur penggunaan keuangan, hidup kita akan lebih nyaman.

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi - Pilihan Terbaik

Pilihan Terbaik

PILIHAN TERBAIK

Teman saya berkeluh kesah tentang putra tunggalnya, sebut saja Darma, karena prestasi sekolah Darma pas-pasan. Akhirnya Darma berhasil lulus SMU walaupun dengan nilai pas-pasan. Karena kondisi ekonomi keluarga teman saya terbilang kuat, sekolah di luar negeri menjadi keputusan, dan akhirnya Amerika dipilih menjadi tempat Darma melanjutkan pendidikan. Karena ayahnya seorang pengusaha, dipilihlah jurusan business. Tentu sang ayah bermaksud mewariskan usahanya kepada putra satu-satunya.

Akan tetapi sayang sekali, dua tahun pertama kuliah dilalui Darma dengan sangat sulit. Berulang kali pihak sekolah memanggil orangtuanya dengan harapan ayah ibunya dapat membantu Darma agar paling tidak bisa lulus dengan nilai cukup, tetapi nyatanya tidak seperti itu.

Pada akhir tahun ke-2, pihak sekolah membicarakan masa depan Darma dengan sangat serius, mereka sepakat memindahkan Darma ke bagian yang mempelajari dan membuat games software. Hal yang mengherankan, keputusan itu disambut dengan antusias oleh Darma. Dalam waktu hanya tiga bulan, prestasi Darma sudah terlihat mencolok di kelasnya hingga membuat semua orang heran. Apa yang terjadi dengan Darma?

Saya membayangkan, seandainya Darma tidak bertemu dengan seseorang yang memberi ia kesempatan untuk “Out of his own box”, ia akan menjadi bagian dari jutaan orang gagal dari seluruh dunia.

Sekolah hanya mengajarkan anak dari tidak tahu menjadi tahu tentang hal-hal yang memang sudah diketahui sebelumnya. Namun, sekolah tidak mengajarkan kita untuk mencari tahu hal yang menjadi kekuatan utama kita sehingga kita dapat mencapai sesuatu yang tidak pernah diketahui sebelumnya.

Ilmu pengetahuan harusnya lebih ditempatkan sebagai pertanyaan daripada jawaban tertutup. Kalau sesuatu tidak dapat terjawab sekarang, biarlah menjadi bahan renungan.  Doronglah diri Anda dan anak Anda untuk berani melakukan sesuatu yang menjadi passion atau sesuatu yang akan menggairahkan mereka.  Dengan demikian, bekera tidak lagi menjadi beban, tetapi rekreasi. Hal ini persis seperti yang dikatakan oleh Confucius, “Carilah pekerjaan yang menyenangkan hatimu maka engkau tidak akan bekerja lagi seumur hidupmu.”

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi - Lebih Bahagia Memberi

Lebih Bahagia Memberi

LEBIH BAHAGIA MEMBERI

Pada waktu bayi lahir ke dunia, katanya jika sehat, ia pasti menangis dengan keras; makin sehat bayi, makin keraslah tangisannya. Saat bayi menangis, ada orang memperhatikan bahwa tangannya selalu mengepal. Bentuk tangan ini berbeda dengan tangan orang meninggal, tangannya terbuka dan tidak menggenggam.

Sering disebutkan bahwa hal ini merupakan pertanda keegoisan manusia. Sejak lahir, manusia sudah berusaha mengambil atau menahan sesuatu dengan kuat dalam genggamannya, seperti ia tidak rela berbagi.

Akan tetapi, bukankah dengan demikian adanya? Manusia pada dasarnya adalah egois, tidak mau memberi. Sekalipun ada kebenaran yang mengatakan, “Lebih berbahagia memberi daripada menerima”, banyak orang tidak melakukannya.

Rockefeller adalah seorang yang menjalani bagian pertama hidupnya sebagai laki-laki yang tidak bahagia; ia sering sulit tidur. Ia merasa tidak ada orang yang menyayanginya. Ia harus dikelilingi oleh sejumlah pengawal pribadi.

Ketika usianya menginjak 53 tahun, ia didiagnosis menderita sejenis penyakit langka. Ia kehilangan semua rambutnya dan tubuhnya mengecil. Pada ahli mengatakan hidupnya tinggal setahun.

Selama itu Rockefeller mulai berpikir melewatu batas-batas yang mengukung hidupnya dan mencoba menemukan arti hidup. ia memberikan sebagian besar uangnya kepada gereja dan kaum miskin, serta mendirikan Yayasan Rockefeller. Luar biasa. Hidupnya justru berbalik seratus delapan puluh derajat. Kesehatannya membaik berlawanan dengan perkiraan dokter, dan ia bisa hidup hingga berusia 98 tahun.

Riwayat hidup Rockefeller mencontohkan transformasi yang terjadi saat seseorang menemukan rasa puas dalam memberi. Artinya, kebiasaan bersedekah telah mendatangkan kenikmatan atau kepuasan batin yang tidak dapat digantikan dengan apa pun.

Mengherankan, tetapi itulah kenyataannya; ada kuasa saat kita memberi. Jadi, jangan memberi hanya karena kita mampu. Teruslah memberi, apa pun keadaan Anda, dan jangan berhenti memberi. Memberilah dengan sukacita.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi - Mengendalikan Amarah

Mengendalikan Amarah

Saya tidak tahu sejauh mana Anda dapat mengendalikan amarah dan rela mengalah dalam suatu perdebatan atau perselisihan. Jika ada password dalam kehidupan manusia saat ini, password-nya adalah “mengotot”. Rasanya makin hari makin banyak orang yang mengotot walaupun ia jelas salah.

Ketika sebagian besar masyarakat Indonesia marah atas ketidakbecusan salah satu pemimpin di negeri kita Indonesia, banyak orang marah dan memaksanya turun. Namun, banyak orang menghadapi orang yang mengotot dengan ikut-ikutan mengotot, marah, menghardik, atau memaki dengan kasar. Saya rasa sudah waktunya kita mengubah password hidup kita, dari “mengotot” menjadi “mengalah”. Untuk apa kita ikut mengotot? Kita boleh tidak setuju dan sesuatu, tetapi tidak perlu mengotot.

Saat mengotot, akal sehat kita tidak berjalan dengan semestinya, dan kebodohan kita akan terlihat. Tetap tenang dan hadapilah semua permasalahan dengan dewasa.

Ada nasihat cerdas dari salah seorang Presiden Amerika, Thomas Jefferson, “When angry, count ten before you speak, if very angry, one hundred, if very very angry, one thousand.” (Ketika Anda marah, hitunglah sampai sepuluh sebelum Anda berbicara. Jika Anda sangat marah, hitunglah sampai seratus, dan jika Anda sangat marah sekali, hitunglah sampai seribu). Tanda kedewasaan adalah kesabaran dan penguasaan diri dalam segala hal. Marilah kita berlatih menghitung saat kita mulai marah. Kita boleh tidak setuju, tetapi jangan mengotot, apalagi marah.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Kemarahan Istri Saya

Banyak orang telah menunjukkan kebodohan saat kehilangan kendali atas diri mereka, dan marah dengan brutal. Rupanya mengalah dan menahan marah untuk menyelesaikan perselisihan dengan damai adalah ciri atau tanda kedewasaan seseorang. Mengonsumsi makanan sehat adalah prioritas dalam keluarga saya. Suatu kali istri saya memesan makanan untuk anak saya di satu restoran. Menurut saya, makanan ini mengandung kolestrol tinggi. Sudah jadi kesepakatan dalam keluarga ini bahwa makanan tidak sehat harus dihindari oleh semua anggota keluarga.

Oleh karena itu, saya menegur kesalahan istri saya dengan keras. Saya menegur ia di depan ibu saya dan ibunya, yang adalah mertua saya. Istri saya tampak marah. Saat berjalan ke kasir untuk membatalkan pesanan, ia mendorong punggung saya, yang saya tahu itu adalah luapan kejengkelannya. Saya sudah membayangkan, nanti di rumah pasti akan ada keributan besar. Makan malam usai. Saya heran sekali karena sampai saat ini, keributan itu tidak pernah terjadi. Ketika saya bertanya, istri saya hanya menjawab, “Sudah lupa tuh.” Jujur dalam hati saya timbul kekaguman yang makin tinggi terhadap istri saya, Christine.

Rupanya mengalah membuat seseorang lebih dihormati dan dicintai. Benar seperti yang dikatakan oleh Aristotle, “Setiap orang boleh marah, itu mudah, tetapi marah kepada orang yang tepat, dalam kadar yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk tujuan yang tepat, dan dengan cara yang tepat, adalah tidak mudah.Aristotle lebih lanjut mengatakan, “Salah satu tanda orang bijaksana adalah dapat menahan/mengontrol dirinya, termasuk kemarahannya.” Saya bersyukur memiliki istri yang bijak.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi

Menguasai Diri

Selalu terjadi di mana-mana bahwa orang yang kuat belum tentu menang dalam satu pertandingan, demikian juga orang yang cepat belum tentu keluar sebagai juara, karena ada etika pertandingan yang harus ditaati.

Arthur Ashe, yang mendapat julukan “Citizen of the World“, adalah juara tenis yang sangat dihormati. Dalam pertandingan tenis “Masters Tennis Tournament in Stockholm, Sweden” pada 1975, ia bertanding melawan Ilie Nastase, petenis asal Rumania. Nastase bermain seperti orang gila sambil memaki, mengutuk, dan mengejek, tetapi Arthur dapat menerimanya dengan tenang. Ia tampak sangat dewasa merespons perbuatan buruk Nastase.

Akan tetapi, akhirnya Arthur berhenti bermain, lalu ia meletakkan raket di lapangan dan berjalan ke kursi wasit, lalu berkata, “Sudah cukup bagi saya. Saya sudah bertahan sampai titik ini, dan saya rasa cukup. Saya khawatir, saya tidak sanggup lagi bertahan dan kehilangan kendali atas keadaan ini.”

“Tapi Arthur,” kata wasit, “dengan tindakan ini, kamu akan kehilangan kesempatan menang dalam pertandingan ini.” “Tidak apa-apa,” sahut Arthur “saya lebih baik kehilangan kemenangan dalam pertandingan ini daripada kehilangan kendali atas diri saya. “Ini merupakan tindakan yang tidak lazim bukan? Namun bagi Arthur, nama baik di atas segalanya, jadi ia berani mengalah.

Esok harinya, panitia pertandingan menyatakan tidak dapat menerima tindakan buruk Nastase sekaligus menyatakan Nastase tidak layak menjadi pemenang karena sikap buruknya. Akhirnya Arthur dinyatakan sebagai pemenang.

Hal ini mengherankan, tetapi nyata. Ketika Arthur mengalah, ia justru menjadi pemenang. Terbukti benar bahwa mengalah tidak sama dengan kalah.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Badai Salju

Dalam suatu badai salju di Amerika, ada beberapa mobil yang saling menabrak; ada yang menabrak pohon, dan ada yang masuk ke jurang. Ketika diperiksa, semua pengemudinya dalam keadaan sehat, tidak mabuk, dan setidaknya sudah berpengalaman mengendarai mobil selama lima tahun. Lalu, apa yang menjadi penyebab utama? Ternyata lebatnya salju yang turun membuat pandangan mereka terhalang sehingga terjadilah tabrakan beruntun yang memakan banyak korban. Hal yang kelihatan sepele dapat berakibat buruk apabila didiamkan.

Saya hanya berpikir, seandainya mereka tidak memaksakan diri mengendarai mobil di tengah badai salju, menghentikan sejenak mobil mereka, menunggu sampai badai berhenti, baru melanjutkan perjalanan; tentu kejadian buruk ini dapat dihindari. Jadi, berhentilah sejenak dalam perjalanan kehidupan untuk membersihkan pandangan kita yang terhalang. Jangan memaksakan diri untuk terus maju jika kondisi tidak memungkinkan. Ini merupakan cara bijak untuk memeroleh kualitas hidup yang terbaik.

Dalam satu pertandingan, orang yang memulai dengan cepat tidak selalu menjadi orang yang tercepat sampai ke garis akhir. Pemenang sebenarnya adalah mereka yang dapat mempertahankan kekuatan mereka sampai garis akhir pertandingan.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi

Tiga Kaleng Minuman Bersoda

Ada tiga jenis kaleng minuman bersoda. Ketiga kaleng itu diproduksi di pabrik yang sama. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng minuman bersoda dan menuju tempat yang berbeda untuk didistribusikan.

Perhentian pertama adalah supermarket lokal. Kaleng minuman bersoda pertama diturunkan di sini. Kaleng itu dipajang di rak bersama kaleng minuman bersoda lainnya dan diberi harga Rp 4.000,00.

Perhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng itu ditempatkan dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp 7.500,00.

Pemberhentian terakhir adalah hotel berbintang 5 yang sangat mewah. Kaleng minuman bersoda ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau dalam kulkas. Kalengini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Ketika ada pelanggan yang memesan, kaleng ini dikeluarkan bersama gelas kristal berisi es batu. Semua disajikan di atas baki. Pelayan hotel akan membuka kaleng minuman bersoda itu, menuangkannya ke dalam gelas, dan dengan sopan menyajikannya kepada pelanggan. Di sini minuman bersoda itu diberi harga Rp 60.000,00.

Pertanyaannya adalah mengapa ketiga kaleng minuman bersoda tersebut memiliki harga yang berbeda, padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama, bahkan memiliki rasa yang sama?

Jawabannya adalah sekalipun produknya sama, tetapi tempat dan lingkungannya berbeda. Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda. Lingkungan Anda bukan hanya berarti tempat, melainkan juga kawan-kawan, orang-orang yang bersama mereka kita rela menghabiskan waktu kita.

Beradalah di lingkungan yang positif dan suportif bagi kemajuan kita supaya yang terpancar dari Anda adalah hal-hal terbaik.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi - Telur Columbus

Telur Columbus

Dalam hidup sering dikatakan seseorang lebih sering menjiplak daripada menemukan atau menciptakan. Itulah sebabnya ada guyonan yang mengatakan, “Ketika kita kembali ke surga, Tuhan akan menegur kita karena otak kita masih tampak baru dan jarang dipakai karena selama ini di dunia ada banyak orang yang malas berpikir.”

Ada cerita kecil di balik kesuksesan Columbus menemukan Benua Amerika. Colombus menjadi sangat terkenal dan diagung-agungkan oleh raja dan seluruh rakyat. Colombus pun diangkat menjadi bangsawan kehormatan kerajaan. Kepopuleran Colombus membuat beberapa orang iri.

Suatu kali pada perjamuan makan, hampir semua tamu undangan mengagumi dan mengakui kehebatan Colombus yang berhasil menemukan Benua Amerika. Namun, beberapa orang yang iri dengan sinis berkata, “Apa hebatnya ia? Itu hanya kebetulan. Setiap orang juga bisa melakukan hal itu.”

Sang penemu tersenyum dengan wajah yang sangat bijaksana, lalu bertanya dengan nada menantang, “Mari kita bertanding untuk membuktikan siapa yang lebih baik. Jadi, siapa yang bisa membuat telur-telur rebus itu berdiri, ialah orang yang terbaik dan semua gelar, juga kekayaanku akan kuserahkan kepadanya.” Mereka yang dengki atas keberhasilan Colombus segera menerima tantangan ini.

Dengan usaha mati-matian, mereka berusaha membuat telur berdiri. Namun, usaha keras ini tidak membuahkan hasil yang mereka harapkan; dapat dibayangkan, permukaan telur yang licin ditambah bentuk telur yang bundar membuat usaha ini sia-sia. Akhirnya mereka menyerah.

Tiba saatnya Colombus harus menunjukkan usahanya untuk membuat telur-telur itu berdiri. Colombus mengambil telur rebus itu. Dengan satu tangan ia memegang telur itu dengan posisi berdiri kemudian dengan tangan yang lain Colombus menekan telur rebus itu ke meja shingga ujung bawah telur menjadi remuk, tidak lonjong lagi. Telur itu bisa berdiri tegak diatas meja. Melihat hal itu, orang-orang yang iri dengan sinis berkata, “Ah, kalau caranya seperti itu kami juga bisa membuat telur rebus itu berdiri.” Dengan bijak dan sambil tersenyum, Colombus berkata. “Kalau begitu, mengapa Anda tidak melakukannya?”

Memang tindakan Colombus ini sangat sederhana, tetapi untuk menemukannya dibutuhkan waktu untuk berpikir.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi