Momen Inspirasi merupakan kumpulan cerita motivasi untuk sumber inspirasi bagi Anda semua. Sumber dari Buku “Momen Inspirasi” oleh Andreas Nawawi.

Ya Pelit, Ya Kikir

Kekayaan memang tidak berbanding lurus dengan kerelaan orang untuk memberi kepada sesamanya. Sama halnya dengan ungkapan “Oran miskin belum tentu pelit.” Ada banyak sifat kikir yang dapat dilihat dalam diri seseorang. Sering kali kita tidak habis pikir mengapa ada orang seperti itu. Itulah yang ada dalam pikiran saya ketika membaca kisah hidup Hetty Green. Ia lahir dari keluarga kaya raya pada 1834. Ketika ayahnya meninggal, ia mendapat warisan $10 milyar yang hari ini setara dengan $185 milyar.

Akan tetapi, dalam kesehariannya, Herry dikenal sebagai orang yang sangat pelit. Bayangkan saja, pada hari ulang tahunnya ke-21, ia tidak mau menyalakan lilin di atas kue ulang tahun supaya lilinnya bisa dikembalikan ke toko yang menjualnya. Hal yang lebih gila lagi adalah ketika putranya mengalami kecelakaan dan kakinya patah, ia tidak bersedia membawa putranya ke dokter. Ia berusaha mengobatinya sendiri. Namun, karena pengobatannya tidak kunjung sembuh, ia pergi ke klinik kecil. Tatkala dokter memintanya untuk membayar biaya pengobatan, ia menolak dan segera membawa putranya pulang. Karena tidak diobati secata serius, kaki anaknya akhirnya diamputasi.

Hetty juga pelit terhadap diri sendiri. Ia selalu memakai baju yang itu-itu saja dan berwarna hitam. Pakaian dalamnya terbuat dari kertas koran bekas. Ia juga kikir dalam hal makanan. Setiap hari makanannya adalah bawang putih mentah dan oatmeal yang dipanaskan dengan cara mendekatkannya pada alat pemanas di kantor.

Ia meninggal dunia pada 1916. Sungguh kasihan, ia tidak memiliki teman. Ia mewariskan lebih dari $100 milyar atau kurang lebih $800 milyar untuk nilai saat ini.

Banyak orang ketika membaca kisah ini bertanya, “Apa enaknya mempunyai uang sebanyak itu, tetapi hidupnya tidak bahagia?”

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Ada Apa dengan Cinta

ADA APA DENGAN CINTA! Ada dua bahasa universal yang dapat dimengerti oleh semua orang di dunia. Apa pun bahasa, dan kebudayaannya, mereka pasti memahami dua bahasa universal ini. Bahasa universal pertama adalah lagu, dan bahasa kedua adalah cinta. Cinta membuat hidup lebih bergairah dan indah. Namun, tidak banyak orang yang menyadari bahwa cinta dapat membuar orang mampu untuk bertahan hidup. Ada sebuah penelitian yang dilakukan para peneliti kanker di King’s College di London terhadap 57 penderita kanker payudara yang menjalani mastektomi.

Dalam penelitian yang membutuhkan waktu sangat panjang didapati 7 di antara 10 wanita yang memiliki semangat juang tinggi dan dapat terus hidup hingga 10 tahun kemudian. Sedangkan 4 dari 5 wanita “yang merasa tidak berdaya” setelah mendapat diagnosis, akhirnya meninggal. Dari penelitian tersebut ditarik sebuah kesimpulan bahwa jika pasien masih mempunyai pengharapan, ia akan memberikan pengaruh yang baik bagi kesehatannya. Tahukah Anda bahwa ternyata orang yang merasa dicintai oleh keluarganya adalah orang yang paling banyak mempunyai harapan untuk terus hidup, mempunyai sikap positif, dan mempuyai semangat juang yang tinggi?

Jadi, cinta membuat seseorang mampu bertahan karena ia memiliki harapan yang lebih besar dalam menghadapi tantangan hidup.

Cinta memang tidak bisa dilihat, tetapi bisa dirasakan. Ungkapkanlah cinta kepada mereka yang kita cintai. Selain itu, pastikan anak Anda menerima cinta yang tulus dan sejati sebelum mereka meninggalkan rumah Anda, atau sebaliknya, pastikan Anda menerima cinta kasih yang sejati sebelum Anda meninggalkan rumah Anda.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Safe by The Belt

Safe by the belt, saya membaca kata-kata ini di sebuah billboard besar saat melintas di sebuah jalan raya besar di Amerika. Ini adalah plesetan dari kata ‘Safe by the bell’, yang sering digunakan apabila ada petinju yang nyaris kalah, tetapi diselamatkan oleh bunyi bel, tanda berakhirnya suatu ronde. Dengan demikian, petinju tersebut mempunyai kesempatan untuk memulihkan tenaga.

Saat berhenti di sebuah restoran, di satu perhentian tidak jauh dari billboard itu, saya baru mengerti hal yang dimaksud oleh billboard itu setelah melihat foto mobil yang ringsek akibat tabrakan dan diberi judul “SAFE BY THE BELT”. Mobil itu hancur karena ditabrak saat melaju dalam kecepatan tinggi, dan terjepit di antara beberapa mobil. Namum hebatnya, pengendara mobilnya selamat, nyaris tidak ada luka di tubuhnya, hanya goresan kecil yang tidak berarti. Menurut cerita, ia selamat karena menggunakan “safety belt” atau sabuk pengaman.

Prinsip kerja safety belt sebenarnya sangat sederhana, yaitu menjaga penumpang mobil pada waktu terjadi tabrakan sehingga orang yang menggunakannya tidak terlontar dari kursi. Para ahli percaya bahwa jika penumpang tetap terikat di kursi pada waktu terjadi tabrakan, kondisinya akan lebih baik daripada penumpang yang tidak menggunakan safety belt. Hal ini karena biasanya penumpang mengalami cedera karena terlontar dari kursi dan menabrak kaca atau bagian mobil lainnya. Saya merenungkan perjalanan kita sebagai manusia. Sering kali kita mengalami guncangan dan tabrakan, tetapi sebenaranya jika kita menggunakan “safety belt kehidupan” dengan baik, saya yakin itu semua tidak akan memengaruhi kita.

Ikuti semua hukum kebenaran tentang kehidupan. Biarkan itu menjadi “safety belt kehidupan” kita.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Serendipity

Serendipity adalah kata dalam bahasa Inggris yang berarti “kekeliruan yang positif”. Kata ini berasal dari ulah pangeran Kerajaan Serendip (kini Sri Langka). Ia melakukan banyak kesalahan, tetapi malah berhasil sehingga negerinya makmur dan sejahtera. Paling tidak, ini adalah kisah dalam dongeng rakyat Persia yang diberi judul “Tiga Pangeran Serendip”. Dari sini, lahirlah kata “serendipity”, yang diambil dari nama kerajaan itu.

Serendipity banyak dijumpai dalam kisah penemuan berbagai makanan dan minuman, seperti:

  1. Teh, ditemukan ketika seseorang merebus air lupa menutup pancinya, dan daun teh jatuh ke dalamnya.
  2. Roti, hingga tahun 27 SM, bentuk roti selalu bundar dan datar, tidak gembung seperti sekarang. Suatu kali, sebelum api dinyalakan seorang budak yang bertugas memanggang roti tertidur karena kelelahan, padahal adonan roti sudah dimasukan ke dalam oven. Karena panas, adonan menggembung dua kali lipat. Si budak segera menyalakan api dengan harapan adonan akan menyusut, tetapi ternyata tidak! Roti langsung matang dengan kulit luar halus mengkilat. Karena waktu makan sudah tiba, “roti salah” itu tetap disajikan dan ternyata semua orang menyukainya. Mulai hari itu, semua orang di seluruh dunia menyukai “roti bengkak salah buat itu”

Banyak orang yang bodoh mengotot menunjukkan bahwa dirinya benar, tetapi sayang, akhirnya mereka kandas dalam keputusasaan. Mengapa mereka tidak mengalah, berhenti sejenak, melihat, dan belajar untuk menerima keadaan? Siapa tahu mereka akan mendapat hasil yang lebih baik.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Post It | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Post-It

POST-IT! Mungkin di antara Anda belum banyak yang mengenal tokoh ini, tetapi pasti sudah banyak yang pernah memanfaatkan hasil karyanya, yaitu kertas pelekat (post-it notes) yang banyak digunakan untuk menuliskan pesan. Kertas pesan berperekat ini menjadi bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan di kantor, bahkan di sekolah. Ternyata produk kreatif Spencer Silver ini awalnya tidak diperuntukan seperti kegunaannya sekarnag. Pada mulanya, Spencer Silver ingin membuat produk lem yang kuat, tetapi gagal. Kegagalan ini tidak bisa dibuang begitu saja, tetapi justru ia ubah menjadi kesuksesan. Inilah kreativitas.

Saya selalu ingat hal yang dikatakan Bapak Entrepreneur Indonesia, Pak Ciputra, bahwa seorang yang ingin sukses sebagai entrepreneur (pengusaha) harus memiliki kreativitas.

Melalui kreativitas, Spencer mencoba melihat dari sisi lain kegagalannya, dan akhirnya ia berhasil melihat kesempatan bisnis yang cemerlang dari produk lem gagal itu. Peluang bisnisnya adalah kertas memo berperekat yang bisa diambil dengan mudah dan dipindahkan kemana saja, tanpa meninggalkan bekas pada permukaan barang yang menjadi tempat menempel kertas memo berperekat itu.

Jika saat ini Anda gagal, cobalah belajar dari Post-It. Tambahkan sedikit kreativitas, yaitu melihat dari sisi yang lain … dan semoga POP!!! … lahirlah produk baru yang akan terkenal di dunia.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Anak Saya Ke Bali | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Anak Saya ke Bali

ANAK SAYA KE BALI! Pada suatu sore, anak saya datang kepada saya dan meminta izin untuk pergi dengan teman-temannya ke Bali. Saya sangat heran, padahal kami sudah berencana mau ke Bali, dan waktunya hanya berbeda dua minggu. Saya heran mengapa ia harus pergi ke Bali lagi dengan teman-temannya. Saya berkeras melarang ia pergi. Terjadilah keributan yang tidak bisa saya lupakan. Saya merasa benar dan anak saya juga merasa benar. Tidak ada yang mau mengalah di antara kami.

Itu adalah peristiwa yang paling menyedihkan bagi saya. Hubungan kami terganggu hingga bertahun-tahun setelah kejadian itu. Sekalipun akhirnya saya mengizinkan ia pergi, “keadaan tidak enak” itu lama menjadi ganjalan di antara kami berdua. Saya menyesal setiap kali mengingat peristiwa itu. Jika saya tahu, pasti saya mengalah karena semua kecurigaan dan kekhawatiran saya tidak ada yang terwujud. Saya menyesal sudah mengotot terhadap anak saya.

Hal yang makin membuat saya menyesal adalah ketika suatu kali saya pergi ke Bali lagi dengan anak saya, ia bercerita bahwa ia ditawari rokok dan minuman keras, tetapi dengan sadar ia menolak semua itu. Ketika saya tanyakan penyebabnya, ia menjawab “Jelas saya tidak mau. Itu kan tidak baik dan tidak benar.” Saya terharu mendengarnya.

Memang tidak mudah untuk mempercayai anak, tetapi “kepercayaanlah” yang membuat anak menjadi dewasa. Percayalah!

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Setetes Air | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Setetes Air

SETETES AIR! Saya kagum akan hal yang alam contohkan kepada kita. Sering kali kita berkata dan meyakini bahwa untuk maju kita harus mengotot, jangan menyerah. Mungkin hal ini benar, tetapi tidak selalu benar. Ada kalanya kita harus mengalah dan mengambil cara lain agar tujuan kita dapat tercapai.

Alkisah suatu kali lahirlah setetes air di satu mata air di gunung yang tinggi; air itu mengalir bersama tetesan lain dengan gembira. Di tengah keceriaan yang terjadi, mereka tekejut karena jalan mereka dihalangi oleh sebatang pohon yang roboh. Mereka terhenti sebentar, tidak memaksakan diri untuk terus meluncur.

Mereka menunggu sampai jumlah mereka memadai, lalu mereka dapat melewati pohon itu. Si Tetes kembali gembira. Di satu kelokan, mereka terkejut ada tanah longsor yang menutupi jalan, dan kali ini, gundukan ini cukup tinggi sehingga mustahil mereka bisa mendaki. Namun mereka tetap meneruskan perjalanan dengan mencari tanah yang lebih rendah, dan akhirnya mereka tiba di laut. Air itu lemah, batang kayu lebih kuat dan tegar, tanah longsor sangat tinggi, tetapi yang mengherankan, air tidak pernah terhambat. Sering kali ia mengalah, tetapi ketika saatnya tiba ia akan mencari jalan lain dan mengalir kembali.

Alam sudah memberi kita contoh bahwa mengalah tidak selalu kalah. Keberhasilan pasti akan tiba, kita hanya perlu menunggu waktu. Tetaplah gembira karena bagian yang terbaik dalam kehidupan Anda segera tiba.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Baby Blue | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Baby Blue

BABY BLUE! Saya masih ingat ketika istri saya melahirkan anak kami yang pertama, Ika, kami sangat bahagia. Beberapa waktu lalu saya berada di Australia untuk menjenguk anak pertama saya, Ika. Saat itu, ia sedang hamil dan dua bulan lagi akan melahirkan putri pertamanya, cucu pertama saya. Kami sangat berbahagia.

Di tengah kebahagiaan itu, hati saya tiba-tiba menangis. Waktu itu, saya mendengar seorang ibu panik dan bingung karena bayinya terus menangis, kemudian memasukkan bayinya ke dalam microwave dengan pengaturan 10 detik. Setelah itu, ia baru sadar dan meledaklah tangisan penyesalan.

Benarlah hal yang dikatakan orang, “Sesal dahulu pendapatan, tetapi sesal kemudian tidak ada gunanya. Mungkin kasih tampak kurang berguna, tetapi tanpa kasih, hidup kita akan sia-sia. Ada seorang tokoh terkemuka di Roma mengatakan, “Tanpa kasih, manusia hanya seperti gong yang berkumandang atau canang yang bergemerincing, ada suara, tetapi tanpa isi. Hanya ada suara, tanpa kekuatan. Tidak heran, tanpa kasih, manusia akan mudah menyerah, putus asa, dan menyalahkan orang lain, tidak mau bertanggung jawab. Rupanya ibu muda tersebut mengidap Baby Blue, keadaan yang membuat si ibu stres berat, tanpa tahu hal yang harus dilakukan.

Biasanya orang seperti ini hanya mau segera lepas dari tekanan, tanpa memikirkan akibatnya. Mungkin seseorang dari luar tampak kuat, tetapi tidak demikian dalam jiwanya. Bukankah hal ini yang banyak kita lihat saat ini, orang-orang mudah menyalahkan orang lain dan mudah menyerah? Tidak heran jika banyak bayi menjadi korban karena ibu mereka memiliki jiwa yang “rapuh”.

Pastikan kita mendapatkan kasih sejati sehingga pada saatnya, kita juga dapat mengasihi dan rela berkorban bagi orang yang kita kasihi.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Rela Melepaskan | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Rela Melepaskan

RELA MELEPASKAN! Dalam hidup, banyak hal yang membingungkan kita. Kita tidak tahu siapa yang dapat diandalkan karena banyak kepalsuan dan dusta di sekitar kita. Dalam keadaan bingung, manusia cenderung ingin selalu memegang semua, tidak rela melepaskan yang lama.

Pada 12 November 1989, seorang pemain akrobat dari Perancis, Jules Leotard, membuat sejarah di Cirque Napoleon, Paris. Ia berayun di atas panggung setinggi dua meter. Ketika mencapai titik ayunan paling tinggi, ia melepaskan pasangannya dan menangkap ayunan lain di atas ketinggian lima meter. Ribuan penonton terkagum-kagum. Saat itu, dalam sejarah dunia belum pernah ada pemain akrobat yang bisa melepaskan pegangan dari ayunan pertama dan menangkap ayunan kedua.

Seperti hal yang dilakukan oleh Jules Leotard, itulah yang seharusnya kita lakukan. Kita harus rela melepaskan hal-hal lama yang buruk dan mengikat kita. Masalahnya tidak terletak pada siapapun, tetapi pada diri kita sendiri. Kita enggan melepaskan hal yang kita anggap baik sehingga kita tidak dapat menangkap hal yang lebih baik. Lebih bodoh lagi jika yang kita pegang adalah hal yang salah, bukan yang baik. Jika yang kita pegang adalah hal yang salah, hidup kita akan semakin rumit, membingungkan, dan kacau.

Jadi jika ada yang dapat kita lepaskan, lepaskanlah. Lepaskan hal yang buruk supaya tangan Anda yang kosong dapat menangkap hal-hal baik, bahkan yang lebih baik.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Rumah-Rumahan

Penyesalan selalu datang terlambat. Akibatnya, banyak penyesalan yang tidak akan pernah dapat pulih kembali, hubungan terputus, kehilangan orang yang dicintai, dan banyak lagi.

Ada seorang anak laki-laki yang terus-menerus meminta kepada ayahnya agar dibuatkan sebuah rumah-rumahan di atas pohon; ia sudah sangat lama memendam keinginan ini. Ia tahu ayahnya sibuk, sehingga berulang kali ia mencoba membuatnya sendiri. Namun, rumah-rumahan itu tidak pernah bisa terwujud karena terlalu kecil untuk membuatnya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tetapi impian si anak belum juga menjadi kenyataan karena ayahnya lupa.

Sekalipun berkali-kali ayahnya berjanji, sang ayah selalu saja pulang larut malam dari tempat kerjanya. Pada satu pagi, dengan sangat serius ayahnya berkata,”Sore ini kita akan membuat rumah-rumahan itu. Kita akan mencari papan dan mulai mengerjakannya. Jadi sepulang sekolah, kamu jangan kemana-mana ya.” Anda tentu dapat menduga, sang anak sangat senang. Di sekolah ia kehilangan konsentrasi belajar karena sudah membayangkan impiannya, yaitu membuat rumah-rumahan di atas pohon, akan segera terwujud, wow indah sekali.

Ketika bel berbunyi, anak tersebut langsung berlari pulang. Di satu jalan ketika akan menyebrang, ia tidak melihat ada mobil sedang melaju kencang. Ia tertabrak. Ia koma dan luka parah, kemudian dilarikan ke rumah sakit. Ketika ayah dan ibunya datang, mata sang anak terbuka dan ia mengucapkan kata terakhirnya, “Ayah, terima kasih, tetapi Ayah tidak perlu membangun rumah-rumahan itu lagi.

Setelah berkata demikian, sang anak meninggal dunia. Ayahnya menyesal, tertekan, menjadi kurus, dan keluar dari tempat kerjanya. Akan tetapi, semua tidak pernah berubah. Rumah-rumahan itu tidak pernah terwujud. Penyesalan yang sangat mendalam di hati sang ayah tidak pernah membawa anaknya kembali.

Segala sesuatu ada waktunya, tetapi tidak semua peristiwa dapat diulang sekalipun waktunya ada. Salah satunya adalah waktu bersama keluarga; satu kali anak akan menjadi besar, orang tua akan tua dan mati, jadi apa pun yang kita anggap baik untuk dilakukan, lakukan segera, jangan menunda.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi