Momen Inspirasi merupakan kumpulan cerita motivasi untuk sumber inspirasi bagi Anda semua. Sumber dari Buku “Momen Inspirasi” oleh Andreas Nawawi.

Momen Inspirasi - Siapa Merasa Tuli

Siapa yang Tuli?

Siapa yang tuli??? Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, tetapi kuman di seberang lautan terlihat jelas. Itulah manusia dengan segala kesombongannya.

Tidak heran jika perubahan merupakan hal yang tersulit yang dapat dilakukan oleh manusia karena pada dasaranya, manusia selalu merasa paling benar. Jika sudah demikian, kadang kita berpikir, untuk apa lagi kita berubah?

Seorang pria menemui dokternya untuk mengatakan bahwa istrinya mungkin tuli; hal ini sudah menjadi keputusannya. Berulang kali ia mendapati bahwa istrinya merespons ucapannya. Setelah mendangar laporannya, dokter menyarankan supaya pria tersebut melakukan tes sederhana.

Caranya sangat mudah. Sebenarnya hal ini sudah berulang kali ia lakukan, tetapi karena si dokter menyarankannya, ia bersedia melakukannya lagi demi kesembuhan istrinya.

Sesampainya di pintu depan rumah, ia berseru, “Sayang, apakah makan malam sudah siap?” karena tidak mendengar jawaban, ia berjalan masuk ke rumah dan mengulangi lagi pertanyaan itu. Namun, tidak ada jawaban. Dalam usahanya yang ketiga, ketika pria itu berada tepat di belakang istrinya, akhirnya ia mendengar istrinya berkata, “untuk yang ketiga kalinya, kujawab ya!”

Bukankah hal ini sering terjadi dalam kehidupan? Sepertinya kita tidak pernah salah. Kesalahan selalu terletak pada orang lain. Inilah salah satu penyebab terjadinya perselisihan atau kemarahan tersembunyi yang akhirnya memicu pertengkaran dan keributan yang dapat menimbulkan kehancuran. Memang benar, kuman di seberang lautan dapat kita lihat, tetapi gajah di pelupuk mata tidak kelihatan. Benahi hidup kita maka sebagian besar masalah dalam hidup kita akan terselesaikan. Berubahlah dengan bijak seperti yang seharusnya maka Anda akan bahagia, Anda dan seisi rumah Anda.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi - Merasa Bersalah

Perasaan Bersalah

Hukuman yang paling berat sebenarnya bukanlah hukuman mati atau hukuman badan seumur hidup. Dua jenis hukuman tadi tidak sebanding dengan perasaan bersalah yang ada dalam diri seseorang, setelah ia melakukan kejahatan. Sayangnya, tidak banyak orang yang berhasil menyelesaikan “perasaan bersalahnya”. Mereka memang dapat sejenak melupakan atau menutupi perasaan bersalahnya, tetapi hal itu akan kembali lagi. Akibatnya, banyak orang bunuh diri tanpa sebab, tetapi sebenarnya bukan tanpa sebab, melainkan karena ia sudah tidak tahan dikejar rasa bersalah.

Mereka menemukan tulang belulang seorang pelaut di sisi tempat perlindungan, di sebuah pulau terpencil di Atlantik Tengah. Ia adalah pelaut yang tidak dikenal dan membuat buku harian dengan rinci selama 4 bulan. Ia berangkat dari Pulau Ascencion dengan kapal Belanda pada 1725 karena kejahatan yang tidak diungkap. Selama pelarian, ia harus minum darah penyu untuk menghilangkan rasa haus. Penderitaan tubuh lelaki ini sangat berat, tetapi penderitaan lebih besar yang tertulis dalam buku hariannya adalah perasaan bersalah yang menguasainya. Ia menuliskan kata-kata berikut: “Taring apa yang dirasakan manusia fana yang meninggalkan jalan kebenaran, dengan suka hati menambahkan jumlah orang yang terkutuk.”

Keterasingan pelaut ini di pulau sepi disebabkan oleh perpisahan dan rasa bersalahnya kepada Tuhan. Inilah hal yang ternyata tidak tertahankan pada akhirnya. Ia bisa tahan tidak minum air dan hanya minum darah penyu; ia tahan hidup kekurangan makan, tetapi ia tidak tahan menanggung rasa bersalah yang sangat dalam.

Setelah membaca kisah tersebut, saya sering bertanya, mengapa pelaut ini tidak datang pada Tuhan dan meminta pengampunan-Nya? Bukankah Tuhan kita Maha Pengampun?

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Pensiun Dini - Delapina Property Gading Serpong

Pensiun Dini

PENSIUN DINI

Kata pensiun sering kali menakutkan banyak orang. Namun hal ini yang mengherankan, hari-hari ini kata pensiun dini justru diminati oleh banyak orang. Padahal, keduanya mempunyai dasar kata yang sama. Apakah yang membedakannya?

Pembedaannya adalah kata “pensiun” terlihat sebagai akhir dari prestasi seseorang, sedangkan “pensiun dini” tampak sebagai akhir kerja keras seseorang untuk mulai menikmati hasilnya tanpa harus bekerja keras lagi. Mana yang terbaik. Andalah yang memutuskan.

Tidak ada orang yang menyangka bahwa masa depan pria dalam kisah berikut berakhir tragis. Ia lahir di Waterville, New York, pada 12 Juli 1854 dan meninggal di Rochester pada 14 Maret 1932 pada usia 78 tahun. Ayahnya seorang kepala dagang dan meninggal pada waktu ia berusia 8 tahun. Sepeninggalan ayahnya, ia terpaksa putus sekolah dan mencari nafkah sendiri. Pada usia 9 tahun, bakat pengusahanya mulai tampak. Ia sangat pandai mencari uang. Dalam beberapa tahun, ia dapat menabung sebanyak $500.

Melalui hobi memotret, pada usia 35 tahun ia berhasil membuat kamera ringan yang mudah dipakai. Kamera itu ia jual dengan harga $25. Ia mengiklankannya secara besar-besaran. Dalam waktu 2 tahun ia berhasil menjual 100 ribu kamera. Pria ini menjadi jutawan pada usia relatif muda.

Perusahaannya berkembang menjadi salah satu perusahaan fotografi terbesar di dunia. Pria ini bernama George Eastman. Kameranya adalah Kodak. Ia menyumbangkan $75 juta untuk dunia pendidikan di USA. Namun ironisnya, ia mengakhiri hidupnya dengan tragis. Ia menembakkan pistol ke kepalanya. Ia hidup dalam kekecewaan. Di dekat jasadnya ditemukan secarik kertas yang ia tulis sendiri “To all my friends, my work is done, why wait? GE.

Memang benar, apabila hanya mengejar target pribadi, kita akan kehilangan semangat setelah target kita tercapai. Coba saja apabila Geoge Eastman tidak berpikir pendek, sekalipun semua cita-citanya sudah tercapai, bukankah ada hal mulia lain yang dapat ia kerjakan? Ia dapat memberikan perhatian kepada generasi yang lebih muda memberikan waktu, pengalaman, dan mungkin menjadi mentor untuk menolong sesama.

Tidak ada istilah selesai bekerja dan pensiun. Selama kita masih kuat, ada banyak hal yang dapat kita kerjakan, bagi sesama sampai kita menutup mata.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Matador - Delapina Property Gading Serpong

Matador

Apabila mendengar kata matador, pasti kita ingat pada satu atraksi terkenal dari Spanyol, di mana seorang pria mengibas-ngibaskan kain merah di hadapan banteng yang marah dan menerjangnya. Biasanya atraksi ini akan berakhir ketika si banteng dibunuh oleh si matador.

Matador memang berarti killer atau pembunuh. Tahukah Anda bahwa ada sejenis tanaman rambat yang juga bernama matador? Hal yang mengherankan, banyak orang yang tahu tanaman matador ini seumpama iri hati. Mengapa demikian? Sangat sederhana karena tanaman matador berukuran kecil, tetapi berpotensi membunuh; demikian juga iri hati, ia dapat menjadi pembunuh.

Awalnya tanaman matador tumbuh sangat kecil di kaki sebuah pohon. Banyak orang sering tidak menganggapnya sebagai tanaman yang berbahaya karena bentuknya kecil dan terkesan lemah. Namun seiring berlalunya waktu, tanaman ini bertumbuh besar. Ia mulai menghisap dan menghancurkan pohon besar yang ia tumpangi. Tanpa disadari pohon besar itu akhirnya mati. Demikian juga dengan iri hati, ia merambat seperti tanaman matador.

Iri hati tidak akan pernah membawa kebaikan dalam hidup, tetapi justru membinasakan. Mungkin saat itu kita tidak menyadarinya karena masih dalam ukuran kecil. Waspadalah karena iri hati akan bertumbuh besar dan mengisap seluruh potensi kita, hingga akhirnya menjadi pembunuh kejam yang akan menghabisi kita.

Jadi enyahkan segera iri hati sebelum ia mengenyahkan kita.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Dusta - Momen Inspirasi; Delapina Property

Dusta

Kita terbiasa mendengar dusta. Bahkan sebuah kelompok masyarakat menganggap dusta sebagai bagian kehidupan. Sepertinya hidup tidak menarik lagi tanpa dibumbui dusta.

Padahal dusta tetap dusta, bohong tetap bohong. Dosa “hitam” atau “putih” tetap saja dusta. Dusta adalah dosa. Tuhan membenci orang yang berdusta. Menurut “Psychology Today”, dari 2.153 mahasiswa dan mahasiswi yang dimintai pendapat mengenai dusta, ditemukan bahwa 70% dari mereka mengaku sering berbohong pada waku SMU.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Harian USA Today ditemukan bahwa 91% orang Amerika berbohong secara rutin. Dari mereka, 86% selalu berbohong kepada orang tua mereka, 75% selalu berbohong kepada teman mereka, 69% selalu berbohong kepada pasangan hidup mereka, 43% berbohong mengenai pendapatannya. Bagaimana dengan Anda?

Tidak mengherankan apabila banyak di antara kita terjangkit “krisis kepercayaan” hingga sangat sulit memercayai seseorang. Hal inilah yang membuat “pertahanan diri” banyak orang menjadi lemah dan rapuh; mereka mudah putus asa atau kehilangan harapan karena selalu merasa “sendirian” dalam menghadapi masalah.

Ironisnya, tidak sedikit orang yang mendustai diri sendiri. Mereka selalu berkata baik tentang diri sendiri sekalipun mereka tahu hal itu tidak benar; mereka tahu diri mereka bermasalah, tetapi mereka mengabaikan untuk berubah.

Berhentilah berdusta dan mulailah berkata benar. Dengan demikian, hidup Anda akan menjadi lebih baik.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi