Hati Nurani

Hati Nurani | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

HATI NURANI! Keteguhan dan keyakinan adalah kekuatan yang luar biasa. Biasanya hal inilah yang mendorong seseorang mencapai prestasi terbaiknya, asal didasari hati nurani yang murni. Hal ini akan menjadi batu loncatan yang ampuh. Namun apabila hati nurani diabaikan, hasil akhirnya akan berbeda. Mark Inglis yang saat itu berusia 47 tahun dan telah kehilangan kedua kakinya bertekad menaklukkan gunung tertinggi di dunia, Mount Everest. Setelah melakukan perjalanan selama 40 hari, ia bersama 16 orang rombongannya, termasuk orang Tibet, berhasil mencapai puncak Everest pada Senin (15 Mei 2006) malam.

Keberhasilan ini menjadikan ia sebagai pria tanpa kaki pertama yang berhasil mencapai puncak setinggi 8.848 meter itu. Pria asal New Zealand ini memang bukan orang baru dalam urusan naik gunung. Ia pernah mencoba mendaki gunung tertinggi di negaranya. Mount Cook, pada 1982. Hanya saja, malapetaka datang menimpanya. Suatu hari, badai besar mengadangnya, dan ia harus merelakan kedua kakinya diamputasi saat menantikan pertolongan dan kedua kakinya terkena “frost bite” yang serius.

Jika manusia memiliki impian yang kuat, atau mungkin lebih tepat disebut ambisi, ia akan mengalahkan semua rintangan sesulit apa pun. Terkadang dalam mewujudkan ambisinya, manusia dapat menghalalkan segala cara sampai melupakan nuraninya. Sesaat menjelang tiba di puncak Everest, Mark Inglis diperhadapkan pada dua pilihan, meneruskan perjalanan sesuai ambisinya mencapai puncak Everest, atau menolong David Sharp yang ia jumpai sedang sekarat di jalan yang ia lewati.

Herannya, Mark Inglis memilih untuk terus menuju puncak Everest dan membiarkan David Sharp tewas. Mark Inglis lebih memilih ambisi kesuksesan untuk mencapai puncak Everest meskipun ia harus menebusnya dengan ketidakpeduliannya terhadap nyawa orang lain. Manusia memiliki potensi yang luar biasa. Semua halangan dan rintangan akan ia lalui. Nyawa pun menjadi taruhannya, bahkan kalau perlu, nyawa orang lain pun harus direnggutnya.

Cita-cita atau impian tanpa disertai pengasahan hati nurani hanya akan menjadi ambisi yang membabi buta, yang justru akan menghapus semua nilai baik dari pencapaian prestasi spektakuler.

Bagaimanapun, nyawa lebih berharga daripada impian.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *