Hidup Bahagia

Sahabat saya pernah mengatakan,

“Adalah berbahagia bila kita dapat menikah dengan orang yang kita cintai, tetapi lebih berbahagia bila kita dapat mencintai atau mengasihi orang yang kita nikahi. Adalah bahagia bila kita dapat bekerja sesuai bidang yang kita sukai, tetapi lebih berbahagia bila kita dapat menyukai pekerjaan yang kita miliki.” (Eddy Sindoro)

Perkataan sahabat saya tersebut sangatlah benar. Kebahagiaan tidak ditentukan oleh hal yang ada di luar, tetapi harus lahir dari dalam diri kita, dari sanubari kita yang terdalam. Banyak orang gagal mencapai kebahagiaan karena mereka mengharapkan orang lain atau pihak luar yang akan memberikan kebahagiaan.

Jadi, dengan melihat cara manusia mengharapkan kebahagiaan, kita dapat membedakan manusia menjadi dua jenis. Jenis yang pertama adalah mereka yang mengharapkan sesuatu di luar diri mereka untuk membuat mereka bahagia. Harusnya kita tahu bahwa tidak mudah bagi orang lain, siapa pun mereka, untuk memberikan kebahagiaan kepada kita.

Jika Anda adalah orang yang mengharapkan kebahagiaan dari orang lain, penantian Anda untuk hidup bahagia akan sia-sia. Namun apabila Anda menjadi orang jenis kedua, Anda akan menjadi pemenang sejati, yaitu mereka yang mampu menciptakan keadaan. Jika boleh diibaratkan, orang jenis kedua ini bukanlah tipe thermometer, melainkan tipe thermostat. Thermometer akan mengikuti keadaan di luarnya, sedangkan thermostat akan mengatur kondisi di luarnya melalui keberadaannya.

Orang tipe thermostat tidak menantikan kebahagiaan, tetapi akan menciptakan kebahagiaan dan menularkannya kepada orang lain.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *