Malu Bertanya Sesat di Jalan

Dalam ketidaktahuan, ada dua jenis orang. Pertama adalah mereka yang tidak tahu, tetapi berani bertanya, sedangkan kedua adalah mereka yang tidak tahu, tetapi tidak berani bertanya.

Guy de Maupassant menulis dalam naskah cerita pendeknya berjudul “The Necklace”. Ia menulis tentang Mathilda, wanita biasa yang terobsesi untuk dapat diterima di kalangan atas. Suatu hari, suaminya diundang untuk hadir di pesta dansa para bangsawan dan orang kaya di kota itu. Untuk itu, ia meminjam kalung dari temannya yang kaya untuk dikenakan. Ketika ia ke toilet, ia melepas kalung itu. Ketika berada di mobil, ia baru sadar bahwa kalungnya tertinggal di toilet.

Ketika ia kembali, kalung itu sudah hilang. Dengan rasa malu dan penyesalan yang mandalam, ia mencoba mencari kalung yang sama di berbagai toko, dan akhirnya menemukan kalung yang mirip dengan kalung yang hilang, harganya sekitar 500 juta rupiah. Untuk menjaga nama baik, akhirnya ia membeli kalung itu dan memberikan kepada temannya.

Lima belas tahun kemudian ketika sudah selesai membayar cicilan kalung, ia bertemu teman yang meminjamkan kalung. Ia menceritakan penderitaanya mencicil kalung itu. Temannya terkejut karena harga kalung kaca yang Mathilda hilangkan hanya berharga 200 ribu rupiah.

Mathilda membayar mahal untuk keengganannya bertanya. Bisa saja ia malu bertanya karena sombong atau sungkan, tetapi tidak bertanya dapat memperbesar masalah.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *