Sepenuh Hati

“We take the hamburger business more seriously than anyone else.” Atau dalam bahasa Indonesia berarti, “kami menjalankan bisnis hamburger lebih serius dari pada siapa pun.” Kata-kata hebat ini dikatakan oleh orang yang menjadikan memakan hamburger sebagai “budaya makan dunia”. Ia adalah Ray Kroc.

Apa jadinya apabila Ray hanya setengah-setengah dengan usahanya?  Tentu ia tidak akan melihat kerajaan hamburgernya mendominasi dunia. Perkataan Ray Kroc seharusnya menjadi tekad bagi banyak orang. Seandainya kita memiliki tekad yang sama, bisnis apa saja yang kita tekuni akan membawa hasil luar biasa.

Masalah utama kehidupan manusia adalah “tidak sepenuh hati” sehingga apa saja yang dikerjakan tidak dengan sepenuh hati hasilnya pun akan tidak maksimal. Ada tiga hal yang harus kita miliki apabila kita mau”sepenuh hati”. Pertama, jangan pernah meremehkan atau merendahkan hal yang kita kerjakan. Seorang sopir taksi di Jepang dihargai oleh pelanggannya yang juga sesama sopir. Karena ia menganggap terhormat profesinya, ia menggunakan jas terbaik ketika bekerja. Membukakan pintu pelanggan merupakan ritual khusus yang ia lakukan sehingga semua pelanggan merasa terhormat, dan ia dihargai dengan banyalk uang oleh pelanggannya.

Kedua, latihlah semua proses dengan baik.  Belajarlah mengatakan, “Selamat Pagi” dengan jelas, tersenyum, dan sebagainya. Ketiga, layananilah dengan sepenuh hati karena yang kita layani adalah manusia yang memiliki hati dan perasaan; mereka tahu mana yang hanya di mulut dan mana yang dari hati.

Jika Ray Kroc bisa, semua orang juga seharusnya bisa. Jangan lupa, tambahkan “sepenuh hati” dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *