Baby Blue | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Baby Blue

BABY BLUE! Saya masih ingat ketika istri saya melahirkan anak kami yang pertama, Ika, kami sangat bahagia. Beberapa waktu lalu saya berada di Australia untuk menjenguk anak pertama saya, Ika. Saat itu, ia sedang hamil dan dua bulan lagi akan melahirkan putri pertamanya, cucu pertama saya. Kami sangat berbahagia.

Di tengah kebahagiaan itu, hati saya tiba-tiba menangis. Waktu itu, saya mendengar seorang ibu panik dan bingung karena bayinya terus menangis, kemudian memasukkan bayinya ke dalam microwave dengan pengaturan 10 detik. Setelah itu, ia baru sadar dan meledaklah tangisan penyesalan.

Benarlah hal yang dikatakan orang, “Sesal dahulu pendapatan, tetapi sesal kemudian tidak ada gunanya. Mungkin kasih tampak kurang berguna, tetapi tanpa kasih, hidup kita akan sia-sia. Ada seorang tokoh terkemuka di Roma mengatakan, “Tanpa kasih, manusia hanya seperti gong yang berkumandang atau canang yang bergemerincing, ada suara, tetapi tanpa isi. Hanya ada suara, tanpa kekuatan. Tidak heran, tanpa kasih, manusia akan mudah menyerah, putus asa, dan menyalahkan orang lain, tidak mau bertanggung jawab. Rupanya ibu muda tersebut mengidap Baby Blue, keadaan yang membuat si ibu stres berat, tanpa tahu hal yang harus dilakukan.

Biasanya orang seperti ini hanya mau segera lepas dari tekanan, tanpa memikirkan akibatnya. Mungkin seseorang dari luar tampak kuat, tetapi tidak demikian dalam jiwanya. Bukankah hal ini yang banyak kita lihat saat ini, orang-orang mudah menyalahkan orang lain dan mudah menyerah? Tidak heran jika banyak bayi menjadi korban karena ibu mereka memiliki jiwa yang “rapuh”.

Pastikan kita mendapatkan kasih sejati sehingga pada saatnya, kita juga dapat mengasihi dan rela berkorban bagi orang yang kita kasihi.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Rela Melepaskan | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Rela Melepaskan

RELA MELEPASKAN! Dalam hidup, banyak hal yang membingungkan kita. Kita tidak tahu siapa yang dapat diandalkan karena banyak kepalsuan dan dusta di sekitar kita. Dalam keadaan bingung, manusia cenderung ingin selalu memegang semua, tidak rela melepaskan yang lama.

Pada 12 November 1989, seorang pemain akrobat dari Perancis, Jules Leotard, membuat sejarah di Cirque Napoleon, Paris. Ia berayun di atas panggung setinggi dua meter. Ketika mencapai titik ayunan paling tinggi, ia melepaskan pasangannya dan menangkap ayunan lain di atas ketinggian lima meter. Ribuan penonton terkagum-kagum. Saat itu, dalam sejarah dunia belum pernah ada pemain akrobat yang bisa melepaskan pegangan dari ayunan pertama dan menangkap ayunan kedua.

Seperti hal yang dilakukan oleh Jules Leotard, itulah yang seharusnya kita lakukan. Kita harus rela melepaskan hal-hal lama yang buruk dan mengikat kita. Masalahnya tidak terletak pada siapapun, tetapi pada diri kita sendiri. Kita enggan melepaskan hal yang kita anggap baik sehingga kita tidak dapat menangkap hal yang lebih baik. Lebih bodoh lagi jika yang kita pegang adalah hal yang salah, bukan yang baik. Jika yang kita pegang adalah hal yang salah, hidup kita akan semakin rumit, membingungkan, dan kacau.

Jadi jika ada yang dapat kita lepaskan, lepaskanlah. Lepaskan hal yang buruk supaya tangan Anda yang kosong dapat menangkap hal-hal baik, bahkan yang lebih baik.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Rumah-Rumahan

Penyesalan selalu datang terlambat. Akibatnya, banyak penyesalan yang tidak akan pernah dapat pulih kembali, hubungan terputus, kehilangan orang yang dicintai, dan banyak lagi.

Ada seorang anak laki-laki yang terus-menerus meminta kepada ayahnya agar dibuatkan sebuah rumah-rumahan di atas pohon; ia sudah sangat lama memendam keinginan ini. Ia tahu ayahnya sibuk, sehingga berulang kali ia mencoba membuatnya sendiri. Namun, rumah-rumahan itu tidak pernah bisa terwujud karena terlalu kecil untuk membuatnya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tetapi impian si anak belum juga menjadi kenyataan karena ayahnya lupa.

Sekalipun berkali-kali ayahnya berjanji, sang ayah selalu saja pulang larut malam dari tempat kerjanya. Pada satu pagi, dengan sangat serius ayahnya berkata,”Sore ini kita akan membuat rumah-rumahan itu. Kita akan mencari papan dan mulai mengerjakannya. Jadi sepulang sekolah, kamu jangan kemana-mana ya.” Anda tentu dapat menduga, sang anak sangat senang. Di sekolah ia kehilangan konsentrasi belajar karena sudah membayangkan impiannya, yaitu membuat rumah-rumahan di atas pohon, akan segera terwujud, wow indah sekali.

Ketika bel berbunyi, anak tersebut langsung berlari pulang. Di satu jalan ketika akan menyebrang, ia tidak melihat ada mobil sedang melaju kencang. Ia tertabrak. Ia koma dan luka parah, kemudian dilarikan ke rumah sakit. Ketika ayah dan ibunya datang, mata sang anak terbuka dan ia mengucapkan kata terakhirnya, “Ayah, terima kasih, tetapi Ayah tidak perlu membangun rumah-rumahan itu lagi.

Setelah berkata demikian, sang anak meninggal dunia. Ayahnya menyesal, tertekan, menjadi kurus, dan keluar dari tempat kerjanya. Akan tetapi, semua tidak pernah berubah. Rumah-rumahan itu tidak pernah terwujud. Penyesalan yang sangat mendalam di hati sang ayah tidak pernah membawa anaknya kembali.

Segala sesuatu ada waktunya, tetapi tidak semua peristiwa dapat diulang sekalipun waktunya ada. Salah satunya adalah waktu bersama keluarga; satu kali anak akan menjadi besar, orang tua akan tua dan mati, jadi apa pun yang kita anggap baik untuk dilakukan, lakukan segera, jangan menunda.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi : Anak - Anak Pemberontak

Anak – Anak Pemberontak

Siapakah ANAK – ANAK PEMBERONTAK? Tahukah Anda?

Saat ini di seluruh dunia, pelaku tindak kejahatan usianya semakin muda. Jika dulu mereka yang melakukan tindakan kriminal berusia di atas 20 tahun. Saat ini, banyak ditemukan bahwa sejak berusia belasan tahun orang sudah terlibat dalam tindak kriminal. Banyak pengedar obat bius dalam skala besar adalah mereka yang berusia belasan tahun, mereka bersenjata dan dengan mudah kita dapati di banyak kota besar di Amerika, Kanada atau lainnya. Memang benar mereka dipilih oleh gembong obat bius karena mereka masih di bawah umur. Jadi apabila tertangkap, mereka akan mendapat hukuman ringan.

Akan tetapi, tentu tidak semua anak remaja mau melakukan pekerjaan itu. Hal yang menarik adalah ternyata hampir semua pelaku kejahatan itu lahir dari keluarga yang tidak menghargai dan mencintai. Mereka adalah anak-anak jalanan yang bertumbuh besar di jalan. Bagi mereka, keberadaan orang tua nyaris tidak ada gunanya.

Inilah penyebab utama anak-anak ini menjadi pemberontak. Mereka tidak pernah dihargai dan dicintai oleh orang tua mereka. Dalam bahasa Yunani, kelompok ini disebut “astorgoi”, yang berarti “tidak dapat mengasihi”. Memang mereka dikenal sadis, seperti tidak mempunyai belas kasihan. Tampaknya anak-anak seperti ini mungkin juga ada di sekeliling kita. Mereka bersikap seperti itu bukan karena film, pergaulan atau apapun, melainkan karena orang tua mereka.

Kata “astorgoi” memiliki arti lain, yaitu “tidak pernah dikasihi”; bagaimana mungkin mereka bisa mengasihi apabila mereka tidak pernah dikasihi? Tanpa cinta kasih, setiap orang akan menjadi makhluk yang egois dan sadis.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi : Semua Orang Perlu Teman

Semua Orang Perlu Teman

SEMUA ORANG PERLU TEMAN.

Seorang eksekutif yang sibuk ditekan anak laki-lakinya yang berusia 7 tahun untuk memerhatikannya. Sang ayah terus saja mengelak. Untuk menarik perhatian ayahnya, akhirnya sang anak bertanya, “Ayah, siapa yang paling ayah sukai? Batman atau Superman?” Dengan sedikit jengkel sang ayah menjawab, “Tidak tahu deh, mungkin Superman.” Putranya mendesak, “Ayah tidak mau bertanya kepadaku, siapa yang paling aku suka?” Sang ayah menjawab, “Baiklah Nak, siapa yang paling kamu sukai?” Sang anak menjawab, “Batman.” Sang ayah hanya berkomentar, “Ya, dan kembali bekerja.

Kali ini dengan memelas sang anak kembali bertanya Ayah tidak mau menanyakan mengapa aku paling suka Batman?” Sang ayah mengarahkan badannya kepada sang anak, menanggapi pertanyaan sang anak. “Baiklah, mengapa kamu sangat menyukai Batman?” Sang anak menjawab, “Karena Batman memiliki teman, yaitu Robin.” Jawaban itu membuat sang ayah tertegun dan menghentikan pekerjaannya. Ia memandang anaknya dan berkata, “Memiliki teman itu benar-benar penting ya, Nak?” Sang anak pun menjawab, “Iya, Ayah!” ujarnya sambil tersenyum.

Saya yakin setiap kita pun mengatakan hal yang sama bahwa kehadiran seorang teman sangat penting dalam hidup kita. Itulah peristiwa yang saya alami sewaktu istri saya sakit. Saya bergumul sendirian, tidak ada orang yang menemani saya, padahal saya sangat membutuhkan kehadiran teman. Bukankah kisah ini mengatakan sesuatu kepada kita semua? Saya belum pernah menjumpai seorang pun yang ketika ditekan tidak mau mengakui bahwa sebenarnya ia membutuhkan teman. Kita semua mempunyai kebutuhan akan persahabatan. Kita menginginkan seseorang yang dapat kita sebut sebagai “sahabat”.

Jadi, jangan anggap remeh keberadaan seseorang yang ada bersama kita, siapa pun mereka, bisa orangtua, keluarga dan sahabat kita. Hargailah mereka dan perlakukan mereka sebagai orang yang istimewa. Bukankah semua orang perlu teman? Bukankah mereka adalah teman yang mendampingi kita?

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi - Penjual Ayam Goreng

Penjual Ayam Goreng

PENJUAL AYAM GORENG! Saya menyukai pernyataan yang berbunyi “Kesuksesan tidak tergantung pada usia.” Berapa pun usia kita, kita masih bisa berhasil, dan kegagalan sebenarnya tidak mampu membendung kesuksesan kita. Ada banyak orang mendulang sukses pada usia tua, salah satunya adalah Kolonel Harland Sanders, pendiri waralaba ayam goreng terkenal di dunia KFC, Kentucky Fried Chicken.

Sampai ia berusia 66 tahun, semua usahanya tidak mencapai keberhasilan yang berarti. Akibatnya, mantan anggota Angkatan Darat Amerika ini tidak memiliki uang sepeser pun, kecuali hidup dari tunjangan hari tuanya yang semakin hari semakin menipis. Akan tetapi, ia tidak pernah berhenti berusaha. Rupanya usia tidak memadamkan niatnya untuk berhasil.

Pada suatu kesempatan, ia memperoleh cek jaminan kesejahteraan senilai US$ 105, lalu ia berpikir, “Apa yang dapat kulakukan dengan cek sebesar ini agar berguna bagi orang lain? Apa imbalan yang akan kudapat?” Tentu tidak ada karena jumlahnya sangat kecil. Padahal dalam sisa hidup nya, ia ingin dapat membantu orang lain. Sesaat ia teringat akan keahlian yang ia warisi dari ibunya. Kemudian ia berpikir,”Menjual resep saja tidak akan cukup untuk membayar sewa rumah, bagaimana jika menjual resep dan menunjukkan cara memasak ayam yang benar? Mungkinkah aku akan memperoleh keuntungan?

Kolonel Sanders mulai menawarkan resep ke restoran demi restoran; ada yang menyambutnya dengan baik, ada pula yang mengejeknya. Apakah Kolonel Sanders menyerah? Tidak, ia selalu memiliki alasan untuk tidak berhenti berusaha karena ia punya kunci sukses, yaitu tidak pernah menyerah.

Berapa kali Kolonel Sanders ditolak? Menurut catatan, ia pernah ditolak sebanyak 1.009 kali! la berjuang selama dua tahun menjelajah Amerika dengan mobil tua, tidur di mobil dan bangun pagi dengan kondisi siap menawarkan gagasannya kepada restoran baru. Akhirnya idenya diterima dan ia berhasil pada waktu berusia 65 tahun. Anda pun dapat memperoleh kesuksesan. Jangan tunggu hingga Anda berusia 65 tahun, mulailah sejak sekarang.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi - Lakukanlah Dengan Baik

Lakukanlah dengan Baik

LAKUKANLAH DENGAN BAIK! Martin Luther King berkata, “Jika seorang disebut penyapu jalanan, ia seharusnya menyapu jalan seperti Michael Angelo melukis; atau Beethoven membuat lagu; atau Shakespeare menulis puisi. Ia seharusnya menyapu jalan sebersih-bersihnya sehingga semua penghuni surga dan dunia akan berhenti dan berkata, “Di sini pernah hidup seorang penyapu jalan besar yang telah melakukan pekerjaannya dengan baik.”

Kutipan tersebut terdengar sangat biasa karena itulah yang kita dengar setiap hari, yaitu kita harus bekerja dengan baik. Namun, tidak banyak di antara kita yang dapat melakukannya. Sering kali setiap malam setelah bekerja keras seharian, kita merasa begitu lelah. Namun, di tengah kelelahan kita, jika mau jujur, kita masih merasa belum melakukan yang terbaik.

Apakah masih ada harapan untuk bertindak lebih baik lagi pada esok hari? Terjebak dalam ketidaktahuan merupakan masalah terbesar dalam hidup manusia yang singkat. Banyak orang tidak menyadari bahwa manusia mempunyai batas kemampuan dan memang kita tidak mungkin ahli dalam segala hal. Michael Angelo menjadi ahli dalam bidangnya. Beethoven menjadi ahli dalam bidangnya. Demikian pula Shakespeare. Einstein pun bukan pemusik ulung atau pemain sepakbola yang hebat.

Menata hidup merupakan kunci awal untuk hidup lebih baik. Beranilah untuk menekuni satu bidang dan jadilah ahli di sana. Jadilah master dalam bidang yang Anda mampu. Janganlah menjadi seorang generalis, tetapi jadilah spesialis.

Beranilah untuk mengatakan “Tidak” apabila memang itu bukan bidang keahlian kita karena pasti ada orang lain yang akan menanganinya dengan lebih baik.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Jangan Khawatir | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Jangan Khawatir

JANGAN KHAWATIR! Khawatir merupakan reaksi yang sangat normal. Sering kali hanya dengan alasan sepele orang dapat khawatir selama berbulan-bulan. Banyak orang tahu bahwa khawatir akan melemahkan, bahkan sangat merugikan. Namun hal yang mengherankan, tetap saja mereka “suka” khawatir.

Tahukah Anda, menurut The American College Dictionary, ada satu kata dalam Bahasa Inggris yang artinya yang sama dengan “khawatir”, yaitu fret. Hal yang menarik, kata fret ternyata berasal dari kata Inggris kuno fretan, yang berarti mengganyang, memakan, menggerogoti suatu benda. Jadi, orang Inggris dulu rupanya tahu bahwa khawatir akan mengganyang, memakan, bahkan menggerogoti kekuatan manusia.

Ada seorang pengusaha terkenal dari Amerika. Ia bernama J. C. Penney. Nama ini identik dengan tokonya yang terkenal dan tersebar di banyak kota besar di sana. Ternyata orang seperti J. C. Penney pun masih bisa khawatir, bahkan sangat khawatir hingga kekhawatirannya itu nyaris membunuhnya. Ia bertumbuh dengan iman yang teguh. Kejujurannya tidak tergoyahkan. Ia tidak pernah merokok atau mabuk, lagipula ia adalah pekerja keras.

Akan tetapi, pada 1929 ketika Amerika dilanda depresi besar (malaise), Penney membuat keputusan yang salah dan akibatnya, kondisi perusahaan memburuk. Ia mulai khawatir, dan tidak bisa tidur. Beberapa bagian tubuhnya mulai sakit. Syarafnya mulai terganggu hingga ia harus dirawat di rumah sakit. Di situ mentalnya mulai memburuk.

Suatu saat, ia sangat tertekan, bahkan rasanya sudah tidak dapat bertahan lagi. Ia mengira ia akan mati sebelum pagi tiba. Ia lalu duduk dan mulai menulis surat perpisahan untuk istri dan anak-anaknya. Namun, ternyata ia dapat bertahan sampai pagi. Pagi itu, sayup-sayup ia mendengar nyanyian pujian dari kapel di dekat situ, yang dalam syairnya terdengar: “Jangan cemas apa pun yang terjadi Tuhan akan selalu memeliharamu. ” Tiba-tiba sesuatu terjadi. Semua kekhawatirannya hilang dan ia merasa Tuhan sangat dekat serta sangat mengasihinya.

Kekhawatiran tidak dapat dilawan hanya dengan mengeraskan hati. Kekhawatiran akan sirna pada waktu kita menyadari bahwa Dia senantiasa mengasihi dan menyertai kita.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi

Ujung yang Satu Bulat, Ujung yang Lain Persegi

Pada waktu kita mengatakan, “Terserah ….” atau waktu kita diam saja, sebenarnya kita sudah membuat keputusan, yaitu menyerahkan kepada orang lain untuk memutuskan sesuatu bagi kita, menyetujui apa pun yang diputuskan orang lain bagi kita.

Ada satu pelajaran berharga dari pengalaman mantan Presiden Amerika Ronald Reagan, yang ia ceritakan sendiri. Sejak masih muda, ia sudah belajar untuk membuat keputusan yang mantap dan tegas. Bibirnya pernah mengajak ia ke tukang sepatu. Si pembuat sepatu bertanya, “Kamu ingin ujung sepatu persegi atau bulat?” Reagan muda ragu-ragu, jadi si pembuat sepatu berkata, “Kembalilah sehari atau dua hari lagi dan beri tahu saya apa yang kamu inginkan.”

Beberapa hari kemudian, si pembuat sepatu bertanya kepada Reagan muda apakah sudah ada keputusan tentang sepatu itu. “Saya belum bisa mengambil keputusan,” jawab Reagan. “Bagus,” kata si pembuat sepatu, lalu ujarnya, “Besok sepatumu selesai.” Ketika Reagan menerima sepatunya, ia terkejut sebab sepatu yang satu berujung bulat dan yang lain berujung persegi! Reagan menyimpulkan, “Melihat kembali sepasang sepatu itu setiap hari memberi saya suatu pelajaran. Jika Anda tidak membuat keputusan sendiri, orang lain yang akan membuatnya untuk Anda.” Hidup kita selalu diperhadapkan kepada keputusan. Hari demi hari, dari jam demi jam, selalu ada keputusan yang harus dibuat. Apabila kita tidak membuatnya, orang lain akan membuatnya untuk kita.

Bagaimana dengan Anda? Hidup kita demikian berharga, jadi belajarlah berani membuat keputusan. Jangan membuat keputusan dalam keadaan buru-buru, juga jangan menunda-nunda. Upayakan emosi dan rasio berjalan seimbang. Pelajari fakta yang ada dengan seksama dan berdoalah sebelum membuat keputusan.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Iri Hati | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Iri Hati

IRI HATI! Tidak ada satu alasanpun yang mengizinkan kita iri hati kepada orang lain karena hasilnya hanyalah kekacauan dan segala macam perbuatan jahat yang akan kita dapatkan. Ada sebuah kisah menarik mengenai iri hati. Kisah ini berasal dari legenda rakyat Yunani.

Satu kali ada seorang pria yang tanpa alasan jelas menyimpan iri hati kepada sebuah patung. Patung yang diletakkan di pusat kota itu adalah patung seorang pahlawan olahraga; bertubuh atletis; tinggi, tampan, dan berwibawa. (Mungkin hal-hal inilah yang menimbulkan kebencian dan iri hati pria tersebut).

Setiap saat, ia berusaha menghancurkan patung itu. Namun karena patung itu terbuat dari logam yang kuat dan kukuh, tentu pria tersebut tidak dapat menghancurkannya dengan mudah. Bagi kita, mungkin cerita ini terdengar sangat konyol, tetapi nyatanya memang demikian! Pria tersebut berulang kali berusaha menghancurkan patung itu. Ia telah melakukan berbagai cara, bahkan membongkar fondasi patung. Sampai suatu waktu, usahanya berhasil. Patung itu pun akhirnya bodoh. Namun sayang, ketika roboh, patung itu menimpanya dan akhirnya pria tersebut pun mati.

Apakah Anda masih mengingat peribahasa yang mengatakan, “Barangsiapa menggali lubang, ia sendiri akan terperosok ke dalamnya?

Hari-hari ini banyak orang cenderung melakukan persaingan yang tidak sehat; saling menjatuhkan dan mengkhianati untuk mencapai keberhasilan. Namun, tidak seharusnya kita melakukan hal-hal tersebut. Buanglah sifat mementingkan diri sendiri, belajarlah hidup bersama, dan bangunlah hubungan baik dengan orang lain. Tertawalah bersama mereka yang tertawa dan menangislah bersama mereka yang menangis.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi