Kekayaan | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Kekayaan (Uang)

KEKAYAAN! Setiap saat manusia menghadapi begitu banyak godaan, tetapi seharusnya kita dapat mengatasinya dengan baik asal kita berani berkata, “Tidak” pada hal-hal yang salah. Separuh lebih masalah dalam hidup kita akan terselesaikan asal kita berani berkata “Tidak”. Setiap orang pasti mempunyai kebutuhan, mungkin materi atau kebutuhan lain. Namun hal yang mengherankan, sebagian besar masalah dalam hidup kita bersumber pada uang. Jadi, memang benar hal yang dikatakan bahwa “cinta akan uang merupakan akar dari segala kejahatan. Karena mengejar kekayaanlah banyak orang terjebak dalam berbagai kejahatan.

Demi uang, banyak orang terjerumus dalam penjara. Ada yang ditangkap sebagai koruptor, pengedar obat bius, pencuri, dan lain sebagainya. Tidak sedikit pemimpin yang kehilangan nama baik karena uang. Uang memang penting, tetapi hal yang lebih penting adalah mengatur penggunaan uang.

Ada jutaan, puluhan, bahkan ratusan juta orang di dunia mendambakan hidup bahagia. Hidup bahagia sering dikaitkan dengan sesuatu yang berhubungan dengan kekayaan karena banyak orang mengira kekayaan identik dengan kebahagiaan. Namun, kenyataannya tidaklah demikian. Orang yang memiliki banyak uang, tetapi tidak memiliki kecakapan mengatur penggunaan uang akan mengundang banyak masalah.

Apa pun alasannya, kita tidak dapat menggunakan uang sesuka kita. Jika Anda ingin aman dalam menggunakan uang, ikutilah pedoman penggunaan uang dengan benar:

  1. Gunakan uang untuk kewajiban
  2. Gunakan uang untuk kebutuhan
  3. Apabila masih ada uang lebih, gunakan uang untuk keinginan

Jangan salah meletakkan urutan prioritas ini. Jika pemenuhan keinginan menjadi nomor satu, misalnya Anda ingin ganti HP, jangan heran apabila hidup Anda menjadi berantakan. Bagaimanapun, keinginan merupakan prioritas nomor tiga, dan kewajiban seperti uang sekolah anak, membayar tagihan merupakan prioritas pertama. Apabila kita bijak mengatur penggunaan keuangan, hidup kita akan lebih nyaman.

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi - Pilihan Terbaik

Pilihan Terbaik

PILIHAN TERBAIK! Teman saya berkeluh kesah tentang putra tunggalnya, sebut saja Darma, karena prestasi sekolah Darma pas-pasan. Akhirnya Darma berhasil lulus SMU walaupun dengan nilai pas-pasan. Karena kondisi ekonomi keluarga teman saya terbilang kuat, sekolah di luar negeri menjadi keputusan, dan akhirnya Amerika dipilih menjadi tempat Darma melanjutkan pendidikan. Karena ayahnya seorang pengusaha, dipilihlah jurusan business. Tentu sang ayah bermaksud mewariskan usahanya kepada putra satu-satunya.

Akan tetapi sayang sekali, dua tahun pertama kuliah dilalui Darma dengan sangat sulit. Berulang kali pihak sekolah memanggil orangtuanya dengan harapan ayah ibunya dapat membantu Darma agar paling tidak bisa lulus dengan nilai cukup, tetapi nyatanya tidak seperti itu.

Pada akhir tahun ke-2, pihak sekolah membicarakan masa depan Darma dengan sangat serius, mereka sepakat memindahkan Darma ke bagian yang mempelajari dan membuat games software. Hal yang mengherankan, keputusan itu disambut dengan antusias oleh Darma. Dalam waktu hanya tiga bulan, prestasi Darma sudah terlihat mencolok di kelasnya hingga membuat semua orang heran. Apa yang terjadi dengan Darma?

Saya membayangkan, seandainya Darma tidak bertemu dengan seseorang yang memberi ia kesempatan untuk “Out of his own box”, ia akan menjadi bagian dari jutaan orang gagal dari seluruh dunia.

Sekolah hanya mengajarkan anak dari tidak tahu menjadi tahu tentang hal-hal yang memang sudah diketahui sebelumnya. Namun, sekolah tidak mengajarkan kita untuk mencari tahu hal yang menjadi kekuatan utama kita sehingga kita dapat mencapai sesuatu yang tidak pernah diketahui sebelumnya.

Ilmu pengetahuan harusnya lebih ditempatkan sebagai pertanyaan daripada jawaban tertutup. Kalau sesuatu tidak dapat terjawab sekarang, biarlah menjadi bahan renungan.  Doronglah diri Anda dan anak Anda untuk berani melakukan sesuatu yang menjadi passion atau sesuatu yang akan menggairahkan mereka.  Dengan demikian, bekera tidak lagi menjadi beban, tetapi rekreasi. Hal ini persis seperti yang dikatakan oleh Confucius, “Carilah pekerjaan yang menyenangkan hatimu maka engkau tidak akan bekerja lagi seumur hidupmu.”

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi - Lebih Bahagia Memberi

Lebih Bahagia Memberi

LEBIH BAHAGIA MEMBERI! Pada waktu bayi lahir ke dunia, katanya jika sehat, ia pasti menangis dengan keras; makin sehat bayi, makin keraslah tangisannya. Saat bayi menangis, ada orang memperhatikan bahwa tangannya selalu mengepal. Bentuk tangan ini berbeda dengan tangan orang meninggal, tangannya terbuka dan tidak menggenggam.

Sering disebutkan bahwa hal ini merupakan pertanda keegoisan manusia. Sejak lahir, manusia sudah berusaha mengambil atau menahan sesuatu dengan kuat dalam genggamannya, seperti ia tidak rela berbagi.

Akan tetapi, bukankah dengan demikian adanya? Manusia pada dasarnya adalah egois, tidak mau memberi. Sekalipun ada kebenaran yang mengatakan, “Lebih berbahagia memberi daripada menerima”, banyak orang tidak melakukannya.

Rockefeller adalah seorang yang menjalani bagian pertama hidupnya sebagai laki-laki yang tidak bahagia; ia sering sulit tidur. Ia merasa tidak ada orang yang menyayanginya. Ia harus dikelilingi oleh sejumlah pengawal pribadi.

Ketika usianya menginjak 53 tahun, ia didiagnosis menderita sejenis penyakit langka. Ia kehilangan semua rambutnya dan tubuhnya mengecil. Pada ahli mengatakan hidupnya tinggal setahun.

Selama itu Rockefeller mulai berpikir melewatu batas-batas yang mengukung hidupnya dan mencoba menemukan arti hidup. ia memberikan sebagian besar uangnya kepada gereja dan kaum miskin, serta mendirikan Yayasan Rockefeller. Luar biasa. Hidupnya justru berbalik seratus delapan puluh derajat. Kesehatannya membaik berlawanan dengan perkiraan dokter, dan ia bisa hidup hingga berusia 98 tahun.

Riwayat hidup Rockefeller mencontohkan transformasi yang terjadi saat seseorang menemukan rasa puas dalam memberi. Artinya, kebiasaan bersedekah telah mendatangkan kenikmatan atau kepuasan batin yang tidak dapat digantikan dengan apa pun.

Mengherankan, tetapi itulah kenyataannya; ada kuasa saat kita memberi. Jadi, jangan memberi hanya karena kita mampu. Teruslah memberi, apa pun keadaan Anda, dan jangan berhenti memberi. Memberilah dengan sukacita.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi - Mengendalikan Amarah

Mengendalikan Amarah

MENGENDALIKAN AMARAH! Saya tidak tahu sejauh mana Anda dapat mengendalikan amarah dan rela mengalah dalam suatu perdebatan atau perselisihan. Jika ada password dalam kehidupan manusia saat ini, password-nya adalah “mengotot”. Rasanya makin hari makin banyak orang yang mengotot walaupun ia jelas salah.

Ketika sebagian besar masyarakat Indonesia marah atas ketidakbecusan salah satu pemimpin di negeri kita Indonesia, banyak orang marah dan memaksanya turun. Namun, banyak orang menghadapi orang yang mengotot dengan ikut-ikutan mengotot, marah, menghardik, atau memaki dengan kasar. Saya rasa sudah waktunya kita mengubah password hidup kita, dari “mengotot” menjadi “mengalah”. Untuk apa kita ikut mengotot? Kita boleh tidak setuju dan sesuatu, tetapi tidak perlu mengotot.

Saat mengotot, akal sehat kita tidak berjalan dengan semestinya, dan kebodohan kita akan terlihat. Tetap tenang dan hadapilah semua permasalahan dengan dewasa.

Ada nasihat cerdas dari salah seorang Presiden Amerika, Thomas Jefferson, “When angry, count ten before you speak, if very angry, one hundred, if very very angry, one thousand.” (Ketika Anda marah, hitunglah sampai sepuluh sebelum Anda berbicara. Jika Anda sangat marah, hitunglah sampai seratus, dan jika Anda sangat marah sekali, hitunglah sampai seribu). Tanda kedewasaan adalah kesabaran dan penguasaan diri dalam segala hal. Marilah kita berlatih menghitung saat kita mulai marah. Kita boleh tidak setuju, tetapi jangan mengotot, apalagi marah.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Kemarahan Istri | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Kemarahan Istri Saya

KEMARAHAN ISTRI SAYA! Banyak orang telah menunjukkan kebodohan saat kehilangan kendali atas diri mereka, dan marah dengan brutal. Rupanya mengalah dan menahan marah untuk menyelesaikan perselisihan dengan damai adalah ciri atau tanda kedewasaan seseorang. Mengonsumsi makanan sehat adalah prioritas dalam keluarga saya. Suatu kali istri saya memesan makanan untuk anak saya di satu restoran. Menurut saya, makanan ini mengandung kolestrol tinggi. Sudah jadi kesepakatan dalam keluarga ini bahwa makanan tidak sehat harus dihindari oleh semua anggota keluarga.

Oleh karena itu, saya menegur kesalahan istri saya dengan keras. Saya menegur ia di depan ibu saya dan ibunya, yang adalah mertua saya. Istri saya tampak marah. Saat berjalan ke kasir untuk membatalkan pesanan, ia mendorong punggung saya, yang saya tahu itu adalah luapan kejengkelannya. Saya sudah membayangkan, nanti di rumah pasti akan ada keributan besar. Makan malam usai. Saya heran sekali karena sampai saat ini, keributan itu tidak pernah terjadi. Ketika saya bertanya, istri saya hanya menjawab, “Sudah lupa tuh.” Jujur dalam hati saya timbul kekaguman yang makin tinggi terhadap istri saya, Christine.

Rupanya mengalah membuat seseorang lebih dihormati dan dicintai. Benar seperti yang dikatakan oleh Aristotle, “Setiap orang boleh marah, itu mudah, tetapi marah kepada orang yang tepat, dalam kadar yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk tujuan yang tepat, dan dengan cara yang tepat, adalah tidak mudah.Aristotle lebih lanjut mengatakan, “Salah satu tanda orang bijaksana adalah dapat menahan/mengontrol dirinya, termasuk kemarahannya.” Saya bersyukur memiliki istri yang bijak.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi

Menguasai Diri

MENGUASAI DIRI! Selalu terjadi di mana-mana bahwa orang yang kuat belum tentu menang dalam satu pertandingan, demikian juga orang yang cepat belum tentu keluar sebagai juara, karena ada etika pertandingan yang harus ditaati.

Arthur Ashe, yang mendapat julukan “Citizen of the World“, adalah juara tenis yang sangat dihormati. Dalam pertandingan tenis “Masters Tennis Tournament in Stockholm, Sweden” pada 1975, ia bertanding melawan Ilie Nastase, petenis asal Rumania. Nastase bermain seperti orang gila sambil memaki, mengutuk, dan mengejek, tetapi Arthur dapat menerimanya dengan tenang. Ia tampak sangat dewasa merespons perbuatan buruk Nastase.

Akan tetapi, akhirnya Arthur berhenti bermain, lalu ia meletakkan raket di lapangan dan berjalan ke kursi wasit, lalu berkata, “Sudah cukup bagi saya. Saya sudah bertahan sampai titik ini, dan saya rasa cukup. Saya khawatir, saya tidak sanggup lagi bertahan dan kehilangan kendali atas keadaan ini.”

“Tapi Arthur,” kata wasit, “dengan tindakan ini, kamu akan kehilangan kesempatan menang dalam pertandingan ini.” “Tidak apa-apa,” sahut Arthur “saya lebih baik kehilangan kemenangan dalam pertandingan ini daripada kehilangan kendali atas diri saya. “Ini merupakan tindakan yang tidak lazim bukan? Namun bagi Arthur, nama baik di atas segalanya, jadi ia berani mengalah.

Esok harinya, panitia pertandingan menyatakan tidak dapat menerima tindakan buruk Nastase sekaligus menyatakan Nastase tidak layak menjadi pemenang karena sikap buruknya. Akhirnya Arthur dinyatakan sebagai pemenang.

Hal ini mengherankan, tetapi nyata. Ketika Arthur mengalah, ia justru menjadi pemenang. Terbukti benar bahwa mengalah tidak sama dengan kalah.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Badai Salju | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Badai Salju

BADAI SALJU! Dalam suatu badai salju di Amerika, ada beberapa mobil yang saling menabrak; ada yang menabrak pohon, dan ada yang masuk ke jurang. Ketika diperiksa, semua pengemudinya dalam keadaan sehat, tidak mabuk, dan setidaknya sudah berpengalaman mengendarai mobil selama lima tahun. Lalu, apa yang menjadi penyebab utama? Ternyata lebatnya salju yang turun membuat pandangan mereka terhalang sehingga terjadilah tabrakan beruntun yang memakan banyak korban. Hal yang kelihatan sepele dapat berakibat buruk apabila didiamkan.

Saya hanya berpikir, seandainya mereka tidak memaksakan diri mengendarai mobil di tengah badai salju, menghentikan sejenak mobil mereka, menunggu sampai badai berhenti, baru melanjutkan perjalanan; tentu kejadian buruk ini dapat dihindari. Jadi, berhentilah sejenak dalam perjalanan kehidupan untuk membersihkan pandangan kita yang terhalang. Jangan memaksakan diri untuk terus maju jika kondisi tidak memungkinkan. Ini merupakan cara bijak untuk memeroleh kualitas hidup yang terbaik.

Dalam satu pertandingan, orang yang memulai dengan cepat tidak selalu menjadi orang yang tercepat sampai ke garis akhir. Pemenang sebenarnya adalah mereka yang dapat mempertahankan kekuatan mereka sampai garis akhir pertandingan.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Mengalah itu Indah

MENGALAH ITU INDAH! Banyak orang berpikir bahwa mengalah sama dengan kalah. Padahal, sekalipun kata dasarnya kelihatan sama, mengalah tidak sama dengan kalah. Ketika kalah, seseorang akan kehilangan sukacita dan merasa tertekan, tetapi tidak demikian dengan mengalah. Dengan mengalah, kita justru mendapatkan kelegaan.

Di tengah persaingan hidup yang keras, setiap orang berusaha tampak kuat. Mereka menghindari segala sesuatu yang menunjukkan kelemahan mereka. Tidak heran jika akibatnya banyak orang sulit untuk mengalah.

Dalam perjalanan pulang ke rumah saat “rush hour” (waktu sibuk), kemacetan merupakan menu utama. Dalam keadaan itu, mata kita selalu sigap melihat setiap celah yang ada agar kita dapat memajukan kendaraan dan segera sampai di tempat tujuan. Begitu ada celah kosong di jalan raya, kita berusaha merebutnya. Setiap pengemudi merasa itulah haknya. Saat kita bisa menempatkan kendaraan kita di celah itu, dalam hati kita ada rasa bangga. Sebaliknya, apabila mobil lain yang mengambil “celah” itu, hati kita merasa panas. Perjalanan yang seharusnya menyenangkan justru menjadi melelahkan dan menyebalkan karena dipenuhi kemarahan dan kekecewaan.

Itulah potret kehidupan kita semua. Pada satu sore dalam perjalanan pulang, saya melihat melalui kaca spion, ada mobil yang tidak sabar di belakang saya; ia terus menyalakan lampu untuk memberi tanda ia akan mendahului mobil saya, padahal lalu lintas padat Rasanya sulit bagi saya untuk pindah jalur dan memberi jalan bagi mobil yang tidak sabar itu. Akibatnya, ia kelihatan marah dan mulai membunyikan klakson. Saya yang tadinya tidak geram, tiba-tiba menjadi marah dan geram, saya pun melakukan berbagai cara untuk menahannya maju. Tiba-tiba saya sadar…. mengapa saya begitu bodoh; saat akhirnya saya memberi jalan, tiba-tiba saya merasa lega. Aneh tetapi nyata, saat kita mengalah, justru kita mendapatkan kembali sukacita yang memang seharusnya kita miliki.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

3 Kaleng Minuman | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

3 Kaleng Minuman

3 KALENG MINUMAN BERSODA! Ada tiga jenis kaleng minuman bersoda. Ketiga kaleng itu diproduksi di pabrik yang sama. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng minuman bersoda dan menuju tempat yang berbeda untuk didistribusikan.

Perhentian pertama adalah supermarket lokal. Kaleng minuman bersoda pertama diturunkan di sini. Kaleng itu dipajang di rak bersama kaleng minuman bersoda lainnya dan diberi harga Rp 4.000,00.

Perhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng itu ditempatkan dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp 7.500,00.

Pemberhentian terakhir adalah hotel berbintang 5 yang sangat mewah. Kaleng minuman bersoda ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau dalam kulkas. Kalengini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Ketika ada pelanggan yang memesan, kaleng ini dikeluarkan bersama gelas kristal berisi es batu. Semua disajikan di atas baki. Pelayan hotel akan membuka kaleng minuman bersoda itu, menuangkannya ke dalam gelas, dan dengan sopan menyajikannya kepada pelanggan. Di sini minuman bersoda itu diberi harga Rp 60.000,00.

Pertanyaannya adalah mengapa ketiga kaleng minuman bersoda tersebut memiliki harga yang berbeda, padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama, bahkan memiliki rasa yang sama?

Jawabannya adalah sekalipun produknya sama, tetapi tempat dan lingkungannya berbeda. Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda. Lingkungan Anda bukan hanya berarti tempat, melainkan juga kawan-kawan, orang-orang yang bersama mereka kita rela menghabiskan waktu kita.

Beradalah di lingkungan yang positif dan suportif bagi kemajuan kita supaya yang terpancar dari Anda adalah hal-hal terbaik.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Hati Nurani | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Hati Nurani

HATI NURANI! Keteguhan dan keyakinan adalah kekuatan yang luar biasa. Biasanya hal inilah yang mendorong seseorang mencapai prestasi terbaiknya, asal didasari hati nurani yang murni. Hal ini akan menjadi batu loncatan yang ampuh. Namun apabila hati nurani diabaikan, hasil akhirnya akan berbeda. Mark Inglis yang saat itu berusia 47 tahun dan telah kehilangan kedua kakinya bertekad menaklukkan gunung tertinggi di dunia, Mount Everest. Setelah melakukan perjalanan selama 40 hari, ia bersama 16 orang rombongannya, termasuk orang Tibet, berhasil mencapai puncak Everest pada Senin (15 Mei 2006) malam.

Keberhasilan ini menjadikan ia sebagai pria tanpa kaki pertama yang berhasil mencapai puncak setinggi 8.848 meter itu. Pria asal New Zealand ini memang bukan orang baru dalam urusan naik gunung. Ia pernah mencoba mendaki gunung tertinggi di negaranya. Mount Cook, pada 1982. Hanya saja, malapetaka datang menimpanya. Suatu hari, badai besar mengadangnya, dan ia harus merelakan kedua kakinya diamputasi saat menantikan pertolongan dan kedua kakinya terkena “frost bite” yang serius.

Jika manusia memiliki impian yang kuat, atau mungkin lebih tepat disebut ambisi, ia akan mengalahkan semua rintangan sesulit apa pun. Terkadang dalam mewujudkan ambisinya, manusia dapat menghalalkan segala cara sampai melupakan nuraninya. Sesaat menjelang tiba di puncak Everest, Mark Inglis diperhadapkan pada dua pilihan, meneruskan perjalanan sesuai ambisinya mencapai puncak Everest, atau menolong David Sharp yang ia jumpai sedang sekarat di jalan yang ia lewati.

Herannya, Mark Inglis memilih untuk terus menuju puncak Everest dan membiarkan David Sharp tewas. Mark Inglis lebih memilih ambisi kesuksesan untuk mencapai puncak Everest meskipun ia harus menebusnya dengan ketidakpeduliannya terhadap nyawa orang lain. Manusia memiliki potensi yang luar biasa. Semua halangan dan rintangan akan ia lalui. Nyawa pun menjadi taruhannya, bahkan kalau perlu, nyawa orang lain pun harus direnggutnya.

Cita-cita atau impian tanpa disertai pengasahan hati nurani hanya akan menjadi ambisi yang membabi buta, yang justru akan menghapus semua nilai baik dari pencapaian prestasi spektakuler.

Bagaimanapun, nyawa lebih berharga daripada impian.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi