Hidup Bahagia - Momen Inspirasi : Delapina Property Gading Serpong

Hidup Bahagia

Hidup bahagia merupakan dambaan banyak orang, tetapi tidak banyak orang bisa mendapatkannya. Padahal, asal kita bersedia melakukan hal yang seharusnya kita lakukan, kebahagiaan akan segera menjadi milik kita selama kita hidup. Bagaimana caranya?

Jawabannya sebenarnya sangat mudah, hanya dengan menanyakan empat pertanyaan berikut dan melakukannya setiap hari. Buatlah satu kebiasaan baru. Setiap bangun tidur pagi hari, tulislah jawaban dari empat pertanyaan ini. Kumpulkan jawabannya dari hari ke hari. Anda akan terkejut melihat perubahan yang terjadi. Anda akan menemukan sesuatu yang sudah hilang, yaitu hidup bermakna yang akan membuat kita bahagia.

Pertanyaan itu adalah:

  1. Bagaimana Anda akan hidup hari ini apabila Anda tahu ini adalah hari terakhir Anda hidup?
  2. Apa yang harus Anda syukuri dalam hidup yang akan Anda tinggalkan ini?
  3. Apa yang Anda perbuat hari ini supaya hidup Anda semakin bermakna?
  4. Apa yang akan Anda lakukan untuk menambah kebahagiaan pada saat terakhir hidup Anda ini?

Tidak sulit, bukan? Sebenarnya rumus hidup bahagia sangat sederhana. Saat kita memberikan hal terbaik kepada orang lain, kita akan merasa hidup kita lebih bermakna; itulah awal kebahagiaan. Jika anda sudah memulai, mengapa tidak melanjutkannya sampai kia tidak merasa hidup kita semakin bermakna bagi keluarga, sesama, dan Tuhan?

Layanilah orang lain dengan setia. Sewaktu kita memberi kepada orang lain, itulah awal kebahagiaan kita. Mulailah mengambil langkah sederhana dan mudah ini. Lakukanlah hal itu tiap hari dan temukanlah hidup baru yang indah dan positif.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Pensiun Dini - Delapina Property Gading Serpong

Pensiun Dini

PENSIUN DINI

Kata pensiun sering kali menakutkan banyak orang. Namun hal ini yang mengherankan, hari-hari ini kata pensiun dini justru diminati oleh banyak orang. Padahal, keduanya mempunyai dasar kata yang sama. Apakah yang membedakannya?

Pembedaannya adalah kata “pensiun” terlihat sebagai akhir dari prestasi seseorang, sedangkan “pensiun dini” tampak sebagai akhir kerja keras seseorang untuk mulai menikmati hasilnya tanpa harus bekerja keras lagi. Mana yang terbaik. Andalah yang memutuskan.

Tidak ada orang yang menyangka bahwa masa depan pria dalam kisah berikut berakhir tragis. Ia lahir di Waterville, New York, pada 12 Juli 1854 dan meninggal di Rochester pada 14 Maret 1932 pada usia 78 tahun. Ayahnya seorang kepala dagang dan meninggal pada waktu ia berusia 8 tahun. Sepeninggalan ayahnya, ia terpaksa putus sekolah dan mencari nafkah sendiri. Pada usia 9 tahun, bakat pengusahanya mulai tampak. Ia sangat pandai mencari uang. Dalam beberapa tahun, ia dapat menabung sebanyak $500.

Melalui hobi memotret, pada usia 35 tahun ia berhasil membuat kamera ringan yang mudah dipakai. Kamera itu ia jual dengan harga $25. Ia mengiklankannya secara besar-besaran. Dalam waktu 2 tahun ia berhasil menjual 100 ribu kamera. Pria ini menjadi jutawan pada usia relatif muda.

Perusahaannya berkembang menjadi salah satu perusahaan fotografi terbesar di dunia. Pria ini bernama George Eastman. Kameranya adalah Kodak. Ia menyumbangkan $75 juta untuk dunia pendidikan di USA. Namun ironisnya, ia mengakhiri hidupnya dengan tragis. Ia menembakkan pistol ke kepalanya. Ia hidup dalam kekecewaan. Di dekat jasadnya ditemukan secarik kertas yang ia tulis sendiri “To all my friends, my work is done, why wait? GE.

Memang benar, apabila hanya mengejar target pribadi, kita akan kehilangan semangat setelah target kita tercapai. Coba saja apabila Geoge Eastman tidak berpikir pendek, sekalipun semua cita-citanya sudah tercapai, bukankah ada hal mulia lain yang dapat ia kerjakan? Ia dapat memberikan perhatian kepada generasi yang lebih muda memberikan waktu, pengalaman, dan mungkin menjadi mentor untuk menolong sesama.

Tidak ada istilah selesai bekerja dan pensiun. Selama kita masih kuat, ada banyak hal yang dapat kita kerjakan, bagi sesama sampai kita menutup mata.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Matador - Delapina Property Gading Serpong

Matador

Apabila mendengar kata matador, pasti kita ingat pada satu atraksi terkenal dari Spanyol, di mana seorang pria mengibas-ngibaskan kain merah di hadapan banteng yang marah dan menerjangnya. Biasanya atraksi ini akan berakhir ketika si banteng dibunuh oleh si matador.

Matador memang berarti killer atau pembunuh. Tahukah Anda bahwa ada sejenis tanaman rambat yang juga bernama matador? Hal yang mengherankan, banyak orang yang tahu tanaman matador ini seumpama iri hati. Mengapa demikian? Sangat sederhana karena tanaman matador berukuran kecil, tetapi berpotensi membunuh; demikian juga iri hati, ia dapat menjadi pembunuh.

Awalnya tanaman matador tumbuh sangat kecil di kaki sebuah pohon. Banyak orang sering tidak menganggapnya sebagai tanaman yang berbahaya karena bentuknya kecil dan terkesan lemah. Namun seiring berlalunya waktu, tanaman ini bertumbuh besar. Ia mulai menghisap dan menghancurkan pohon besar yang ia tumpangi. Tanpa disadari pohon besar itu akhirnya mati. Demikian juga dengan iri hati, ia merambat seperti tanaman matador.

Iri hati tidak akan pernah membawa kebaikan dalam hidup, tetapi justru membinasakan. Mungkin saat itu kita tidak menyadarinya karena masih dalam ukuran kecil. Waspadalah karena iri hati akan bertumbuh besar dan mengisap seluruh potensi kita, hingga akhirnya menjadi pembunuh kejam yang akan menghabisi kita.

Jadi enyahkan segera iri hati sebelum ia mengenyahkan kita.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Dusta - Momen Inspirasi; Delapina Property

Dusta

Kita terbiasa mendengar dusta. Bahkan sebuah kelompok masyarakat menganggap dusta sebagai bagian kehidupan. Sepertinya hidup tidak menarik lagi tanpa dibumbui dusta.

Padahal dusta tetap dusta, bohong tetap bohong. Dosa “hitam” atau “putih” tetap saja dusta. Dusta adalah dosa. Tuhan membenci orang yang berdusta. Menurut “Psychology Today”, dari 2.153 mahasiswa dan mahasiswi yang dimintai pendapat mengenai dusta, ditemukan bahwa 70% dari mereka mengaku sering berbohong pada waku SMU.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Harian USA Today ditemukan bahwa 91% orang Amerika berbohong secara rutin. Dari mereka, 86% selalu berbohong kepada orang tua mereka, 75% selalu berbohong kepada teman mereka, 69% selalu berbohong kepada pasangan hidup mereka, 43% berbohong mengenai pendapatannya. Bagaimana dengan Anda?

Tidak mengherankan apabila banyak di antara kita terjangkit “krisis kepercayaan” hingga sangat sulit memercayai seseorang. Hal inilah yang membuat “pertahanan diri” banyak orang menjadi lemah dan rapuh; mereka mudah putus asa atau kehilangan harapan karena selalu merasa “sendirian” dalam menghadapi masalah.

Ironisnya, tidak sedikit orang yang mendustai diri sendiri. Mereka selalu berkata baik tentang diri sendiri sekalipun mereka tahu hal itu tidak benar; mereka tahu diri mereka bermasalah, tetapi mereka mengabaikan untuk berubah.

Berhentilah berdusta dan mulailah berkata benar. Dengan demikian, hidup Anda akan menjadi lebih baik.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi