Anak Saya Ke Bali | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Anak Saya ke Bali

ANAK SAYA KE BALI! Pada suatu sore, anak saya datang kepada saya dan meminta izin untuk pergi dengan teman-temannya ke Bali. Saya sangat heran, padahal kami sudah berencana mau ke Bali, dan waktunya hanya berbeda dua minggu. Saya heran mengapa ia harus pergi ke Bali lagi dengan teman-temannya. Saya berkeras melarang ia pergi. Terjadilah keributan yang tidak bisa saya lupakan. Saya merasa benar dan anak saya juga merasa benar. Tidak ada yang mau mengalah di antara kami.

Itu adalah peristiwa yang paling menyedihkan bagi saya. Hubungan kami terganggu hingga bertahun-tahun setelah kejadian itu. Sekalipun akhirnya saya mengizinkan ia pergi, “keadaan tidak enak” itu lama menjadi ganjalan di antara kami berdua. Saya menyesal setiap kali mengingat peristiwa itu. Jika saya tahu, pasti saya mengalah karena semua kecurigaan dan kekhawatiran saya tidak ada yang terwujud. Saya menyesal sudah mengotot terhadap anak saya.

Hal yang makin membuat saya menyesal adalah ketika suatu kali saya pergi ke Bali lagi dengan anak saya, ia bercerita bahwa ia ditawari rokok dan minuman keras, tetapi dengan sadar ia menolak semua itu. Ketika saya tanyakan penyebabnya, ia menjawab “Jelas saya tidak mau. Itu kan tidak baik dan tidak benar.” Saya terharu mendengarnya.

Memang tidak mudah untuk mempercayai anak, tetapi “kepercayaanlah” yang membuat anak menjadi dewasa. Percayalah!

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Setetes Air | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Setetes Air

SETETES AIR! Saya kagum akan hal yang alam contohkan kepada kita. Sering kali kita berkata dan meyakini bahwa untuk maju kita harus mengotot, jangan menyerah. Mungkin hal ini benar, tetapi tidak selalu benar. Ada kalanya kita harus mengalah dan mengambil cara lain agar tujuan kita dapat tercapai.

Alkisah suatu kali lahirlah setetes air di satu mata air di gunung yang tinggi; air itu mengalir bersama tetesan lain dengan gembira. Di tengah keceriaan yang terjadi, mereka tekejut karena jalan mereka dihalangi oleh sebatang pohon yang roboh. Mereka terhenti sebentar, tidak memaksakan diri untuk terus meluncur.

Mereka menunggu sampai jumlah mereka memadai, lalu mereka dapat melewati pohon itu. Si Tetes kembali gembira. Di satu kelokan, mereka terkejut ada tanah longsor yang menutupi jalan, dan kali ini, gundukan ini cukup tinggi sehingga mustahil mereka bisa mendaki. Namun mereka tetap meneruskan perjalanan dengan mencari tanah yang lebih rendah, dan akhirnya mereka tiba di laut. Air itu lemah, batang kayu lebih kuat dan tegar, tanah longsor sangat tinggi, tetapi yang mengherankan, air tidak pernah terhambat. Sering kali ia mengalah, tetapi ketika saatnya tiba ia akan mencari jalan lain dan mengalir kembali.

Alam sudah memberi kita contoh bahwa mengalah tidak selalu kalah. Keberhasilan pasti akan tiba, kita hanya perlu menunggu waktu. Tetaplah gembira karena bagian yang terbaik dalam kehidupan Anda segera tiba.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Baby Blue | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Baby Blue

BABY BLUE! Saya masih ingat ketika istri saya melahirkan anak kami yang pertama, Ika, kami sangat bahagia. Beberapa waktu lalu saya berada di Australia untuk menjenguk anak pertama saya, Ika. Saat itu, ia sedang hamil dan dua bulan lagi akan melahirkan putri pertamanya, cucu pertama saya. Kami sangat berbahagia.

Di tengah kebahagiaan itu, hati saya tiba-tiba menangis. Waktu itu, saya mendengar seorang ibu panik dan bingung karena bayinya terus menangis, kemudian memasukkan bayinya ke dalam microwave dengan pengaturan 10 detik. Setelah itu, ia baru sadar dan meledaklah tangisan penyesalan.

Benarlah hal yang dikatakan orang, “Sesal dahulu pendapatan, tetapi sesal kemudian tidak ada gunanya. Mungkin kasih tampak kurang berguna, tetapi tanpa kasih, hidup kita akan sia-sia. Ada seorang tokoh terkemuka di Roma mengatakan, “Tanpa kasih, manusia hanya seperti gong yang berkumandang atau canang yang bergemerincing, ada suara, tetapi tanpa isi. Hanya ada suara, tanpa kekuatan. Tidak heran, tanpa kasih, manusia akan mudah menyerah, putus asa, dan menyalahkan orang lain, tidak mau bertanggung jawab. Rupanya ibu muda tersebut mengidap Baby Blue, keadaan yang membuat si ibu stres berat, tanpa tahu hal yang harus dilakukan.

Biasanya orang seperti ini hanya mau segera lepas dari tekanan, tanpa memikirkan akibatnya. Mungkin seseorang dari luar tampak kuat, tetapi tidak demikian dalam jiwanya. Bukankah hal ini yang banyak kita lihat saat ini, orang-orang mudah menyalahkan orang lain dan mudah menyerah? Tidak heran jika banyak bayi menjadi korban karena ibu mereka memiliki jiwa yang “rapuh”.

Pastikan kita mendapatkan kasih sejati sehingga pada saatnya, kita juga dapat mengasihi dan rela berkorban bagi orang yang kita kasihi.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Rela Melepaskan | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Rela Melepaskan

RELA MELEPASKAN! Dalam hidup, banyak hal yang membingungkan kita. Kita tidak tahu siapa yang dapat diandalkan karena banyak kepalsuan dan dusta di sekitar kita. Dalam keadaan bingung, manusia cenderung ingin selalu memegang semua, tidak rela melepaskan yang lama.

Pada 12 November 1989, seorang pemain akrobat dari Perancis, Jules Leotard, membuat sejarah di Cirque Napoleon, Paris. Ia berayun di atas panggung setinggi dua meter. Ketika mencapai titik ayunan paling tinggi, ia melepaskan pasangannya dan menangkap ayunan lain di atas ketinggian lima meter. Ribuan penonton terkagum-kagum. Saat itu, dalam sejarah dunia belum pernah ada pemain akrobat yang bisa melepaskan pegangan dari ayunan pertama dan menangkap ayunan kedua.

Seperti hal yang dilakukan oleh Jules Leotard, itulah yang seharusnya kita lakukan. Kita harus rela melepaskan hal-hal lama yang buruk dan mengikat kita. Masalahnya tidak terletak pada siapapun, tetapi pada diri kita sendiri. Kita enggan melepaskan hal yang kita anggap baik sehingga kita tidak dapat menangkap hal yang lebih baik. Lebih bodoh lagi jika yang kita pegang adalah hal yang salah, bukan yang baik. Jika yang kita pegang adalah hal yang salah, hidup kita akan semakin rumit, membingungkan, dan kacau.

Jadi jika ada yang dapat kita lepaskan, lepaskanlah. Lepaskan hal yang buruk supaya tangan Anda yang kosong dapat menangkap hal-hal baik, bahkan yang lebih baik.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Rumah-Rumahan

Penyesalan selalu datang terlambat. Akibatnya, banyak penyesalan yang tidak akan pernah dapat pulih kembali, hubungan terputus, kehilangan orang yang dicintai, dan banyak lagi.

Ada seorang anak laki-laki yang terus-menerus meminta kepada ayahnya agar dibuatkan sebuah rumah-rumahan di atas pohon; ia sudah sangat lama memendam keinginan ini. Ia tahu ayahnya sibuk, sehingga berulang kali ia mencoba membuatnya sendiri. Namun, rumah-rumahan itu tidak pernah bisa terwujud karena terlalu kecil untuk membuatnya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tetapi impian si anak belum juga menjadi kenyataan karena ayahnya lupa.

Sekalipun berkali-kali ayahnya berjanji, sang ayah selalu saja pulang larut malam dari tempat kerjanya. Pada satu pagi, dengan sangat serius ayahnya berkata,”Sore ini kita akan membuat rumah-rumahan itu. Kita akan mencari papan dan mulai mengerjakannya. Jadi sepulang sekolah, kamu jangan kemana-mana ya.” Anda tentu dapat menduga, sang anak sangat senang. Di sekolah ia kehilangan konsentrasi belajar karena sudah membayangkan impiannya, yaitu membuat rumah-rumahan di atas pohon, akan segera terwujud, wow indah sekali.

Ketika bel berbunyi, anak tersebut langsung berlari pulang. Di satu jalan ketika akan menyebrang, ia tidak melihat ada mobil sedang melaju kencang. Ia tertabrak. Ia koma dan luka parah, kemudian dilarikan ke rumah sakit. Ketika ayah dan ibunya datang, mata sang anak terbuka dan ia mengucapkan kata terakhirnya, “Ayah, terima kasih, tetapi Ayah tidak perlu membangun rumah-rumahan itu lagi.

Setelah berkata demikian, sang anak meninggal dunia. Ayahnya menyesal, tertekan, menjadi kurus, dan keluar dari tempat kerjanya. Akan tetapi, semua tidak pernah berubah. Rumah-rumahan itu tidak pernah terwujud. Penyesalan yang sangat mendalam di hati sang ayah tidak pernah membawa anaknya kembali.

Segala sesuatu ada waktunya, tetapi tidak semua peristiwa dapat diulang sekalipun waktunya ada. Salah satunya adalah waktu bersama keluarga; satu kali anak akan menjadi besar, orang tua akan tua dan mati, jadi apa pun yang kita anggap baik untuk dilakukan, lakukan segera, jangan menunda.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi : Anak - Anak Pemberontak

Anak – Anak Pemberontak

Siapakah ANAK – ANAK PEMBERONTAK? Tahukah Anda?

Saat ini di seluruh dunia, pelaku tindak kejahatan usianya semakin muda. Jika dulu mereka yang melakukan tindakan kriminal berusia di atas 20 tahun. Saat ini, banyak ditemukan bahwa sejak berusia belasan tahun orang sudah terlibat dalam tindak kriminal. Banyak pengedar obat bius dalam skala besar adalah mereka yang berusia belasan tahun, mereka bersenjata dan dengan mudah kita dapati di banyak kota besar di Amerika, Kanada atau lainnya. Memang benar mereka dipilih oleh gembong obat bius karena mereka masih di bawah umur. Jadi apabila tertangkap, mereka akan mendapat hukuman ringan.

Akan tetapi, tentu tidak semua anak remaja mau melakukan pekerjaan itu. Hal yang menarik adalah ternyata hampir semua pelaku kejahatan itu lahir dari keluarga yang tidak menghargai dan mencintai. Mereka adalah anak-anak jalanan yang bertumbuh besar di jalan. Bagi mereka, keberadaan orang tua nyaris tidak ada gunanya.

Inilah penyebab utama anak-anak ini menjadi pemberontak. Mereka tidak pernah dihargai dan dicintai oleh orang tua mereka. Dalam bahasa Yunani, kelompok ini disebut “astorgoi”, yang berarti “tidak dapat mengasihi”. Memang mereka dikenal sadis, seperti tidak mempunyai belas kasihan. Tampaknya anak-anak seperti ini mungkin juga ada di sekeliling kita. Mereka bersikap seperti itu bukan karena film, pergaulan atau apapun, melainkan karena orang tua mereka.

Kata “astorgoi” memiliki arti lain, yaitu “tidak pernah dikasihi”; bagaimana mungkin mereka bisa mengasihi apabila mereka tidak pernah dikasihi? Tanpa cinta kasih, setiap orang akan menjadi makhluk yang egois dan sadis.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi : Semua Orang Perlu Teman

Semua Orang Perlu Teman

SEMUA ORANG PERLU TEMAN.

Seorang eksekutif yang sibuk ditekan anak laki-lakinya yang berusia 7 tahun untuk memerhatikannya. Sang ayah terus saja mengelak. Untuk menarik perhatian ayahnya, akhirnya sang anak bertanya, “Ayah, siapa yang paling ayah sukai? Batman atau Superman?” Dengan sedikit jengkel sang ayah menjawab, “Tidak tahu deh, mungkin Superman.” Putranya mendesak, “Ayah tidak mau bertanya kepadaku, siapa yang paling aku suka?” Sang ayah menjawab, “Baiklah Nak, siapa yang paling kamu sukai?” Sang anak menjawab, “Batman.” Sang ayah hanya berkomentar, “Ya, dan kembali bekerja.

Kali ini dengan memelas sang anak kembali bertanya Ayah tidak mau menanyakan mengapa aku paling suka Batman?” Sang ayah mengarahkan badannya kepada sang anak, menanggapi pertanyaan sang anak. “Baiklah, mengapa kamu sangat menyukai Batman?” Sang anak menjawab, “Karena Batman memiliki teman, yaitu Robin.” Jawaban itu membuat sang ayah tertegun dan menghentikan pekerjaannya. Ia memandang anaknya dan berkata, “Memiliki teman itu benar-benar penting ya, Nak?” Sang anak pun menjawab, “Iya, Ayah!” ujarnya sambil tersenyum.

Saya yakin setiap kita pun mengatakan hal yang sama bahwa kehadiran seorang teman sangat penting dalam hidup kita. Itulah peristiwa yang saya alami sewaktu istri saya sakit. Saya bergumul sendirian, tidak ada orang yang menemani saya, padahal saya sangat membutuhkan kehadiran teman. Bukankah kisah ini mengatakan sesuatu kepada kita semua? Saya belum pernah menjumpai seorang pun yang ketika ditekan tidak mau mengakui bahwa sebenarnya ia membutuhkan teman. Kita semua mempunyai kebutuhan akan persahabatan. Kita menginginkan seseorang yang dapat kita sebut sebagai “sahabat”.

Jadi, jangan anggap remeh keberadaan seseorang yang ada bersama kita, siapa pun mereka, bisa orangtua, keluarga dan sahabat kita. Hargailah mereka dan perlakukan mereka sebagai orang yang istimewa. Bukankah semua orang perlu teman? Bukankah mereka adalah teman yang mendampingi kita?

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi : Badai Petir

Badai Petir

BADAI PETIR! Sering kali alam mengajarkan sesuatu yang hebat kepada kita dengan cara sederhana, tetapi dampaknya luar biasa. Suatu kali, Jawatan Cuaca Nasional mengeluarkan satu imbauan, khususnya bagi mereka yang sering berpegian atau berjalan di tempat atau lapangan terbuka.

Apabila tiba-tiba ada badai petir, ketika petir saling menyambar silih berganti, janganlah lari. Tetaplah tenang di tempat kita terjebak badai petir, dan lakukanlah langkah-langkah berikut:

  1. Berlutut
  2. Dorong tubuh ke depan serendah mungkin
  3. Letakan tangan diatas lutut.

Tujuannnya adalah agar kita tidak menjadi konduktor yang menyalurkan listrik ke bumi.

Sekalipun demikian, keberhasilan pengamanan maksimum akan sangat tergantung seberapa rendah posisi tubuh kita. Bukankan ini contoh sederhana yang sangat menakjubkan, bukan?

Cara yang sama juga perlu kita lakukan saat menghadapi “badai kehidupan”. Berlututlah, rendahkan diri, makin rendah makin baik, dan berdoalah.

Rendahkan diri kita karena Tuhan membenci orang yang sombong dan mengasihi orang yang rendah hati. Angin akan menerpa lebih keras pada bagian pohon yang lebih tinggi. Merendahkan diri bukanlah tindakan bodoh; melalui sikap dan tindakan merendahkan diri, banyak kesulitan hidup dapat kita atasi. Percayalah!

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi - Penjual Ayam Goreng

Penjual Ayam Goreng

PENJUAL AYAM GORENG! Saya menyukai pernyataan yang berbunyi “Kesuksesan tidak tergantung pada usia.” Berapa pun usia kita, kita masih bisa berhasil, dan kegagalan sebenarnya tidak mampu membendung kesuksesan kita. Ada banyak orang mendulang sukses pada usia tua, salah satunya adalah Kolonel Harland Sanders, pendiri waralaba ayam goreng terkenal di dunia KFC, Kentucky Fried Chicken.

Sampai ia berusia 66 tahun, semua usahanya tidak mencapai keberhasilan yang berarti. Akibatnya, mantan anggota Angkatan Darat Amerika ini tidak memiliki uang sepeser pun, kecuali hidup dari tunjangan hari tuanya yang semakin hari semakin menipis. Akan tetapi, ia tidak pernah berhenti berusaha. Rupanya usia tidak memadamkan niatnya untuk berhasil.

Pada suatu kesempatan, ia memperoleh cek jaminan kesejahteraan senilai US$ 105, lalu ia berpikir, “Apa yang dapat kulakukan dengan cek sebesar ini agar berguna bagi orang lain? Apa imbalan yang akan kudapat?” Tentu tidak ada karena jumlahnya sangat kecil. Padahal dalam sisa hidup nya, ia ingin dapat membantu orang lain. Sesaat ia teringat akan keahlian yang ia warisi dari ibunya. Kemudian ia berpikir,”Menjual resep saja tidak akan cukup untuk membayar sewa rumah, bagaimana jika menjual resep dan menunjukkan cara memasak ayam yang benar? Mungkinkah aku akan memperoleh keuntungan?

Kolonel Sanders mulai menawarkan resep ke restoran demi restoran; ada yang menyambutnya dengan baik, ada pula yang mengejeknya. Apakah Kolonel Sanders menyerah? Tidak, ia selalu memiliki alasan untuk tidak berhenti berusaha karena ia punya kunci sukses, yaitu tidak pernah menyerah.

Berapa kali Kolonel Sanders ditolak? Menurut catatan, ia pernah ditolak sebanyak 1.009 kali! la berjuang selama dua tahun menjelajah Amerika dengan mobil tua, tidur di mobil dan bangun pagi dengan kondisi siap menawarkan gagasannya kepada restoran baru. Akhirnya idenya diterima dan ia berhasil pada waktu berusia 65 tahun. Anda pun dapat memperoleh kesuksesan. Jangan tunggu hingga Anda berusia 65 tahun, mulailah sejak sekarang.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi