Ya Pelit, Ya Kikir

Kekayaan memang tidak berbanding lurus dengan kerelaan orang untuk memberi kepada sesamanya. Sama halnya dengan ungkapan “Oran miskin belum tentu pelit.” Ada banyak sifat kikir yang dapat dilihat dalam diri seseorang. Sering kali kita tidak habis pikir mengapa ada orang seperti itu. Itulah yang ada dalam pikiran saya ketika membaca kisah hidup Hetty Green. Ia lahir dari keluarga kaya raya pada 1834. Ketika ayahnya meninggal, ia mendapat warisan $10 milyar yang hari ini setara dengan $185 milyar.

Akan tetapi, dalam kesehariannya, Herry dikenal sebagai orang yang sangat pelit. Bayangkan saja, pada hari ulang tahunnya ke-21, ia tidak mau menyalakan lilin di atas kue ulang tahun supaya lilinnya bisa dikembalikan ke toko yang menjualnya. Hal yang lebih gila lagi adalah ketika putranya mengalami kecelakaan dan kakinya patah, ia tidak bersedia membawa putranya ke dokter. Ia berusaha mengobatinya sendiri. Namun, karena pengobatannya tidak kunjung sembuh, ia pergi ke klinik kecil. Tatkala dokter memintanya untuk membayar biaya pengobatan, ia menolak dan segera membawa putranya pulang. Karena tidak diobati secata serius, kaki anaknya akhirnya diamputasi.

Hetty juga pelit terhadap diri sendiri. Ia selalu memakai baju yang itu-itu saja dan berwarna hitam. Pakaian dalamnya terbuat dari kertas koran bekas. Ia juga kikir dalam hal makanan. Setiap hari makanannya adalah bawang putih mentah dan oatmeal yang dipanaskan dengan cara mendekatkannya pada alat pemanas di kantor.

Ia meninggal dunia pada 1916. Sungguh kasihan, ia tidak memiliki teman. Ia mewariskan lebih dari $100 milyar atau kurang lebih $800 milyar untuk nilai saat ini.

Banyak orang ketika membaca kisah ini bertanya, “Apa enaknya mempunyai uang sebanyak itu, tetapi hidupnya tidak bahagia?”

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Ada Apa dengan Cinta

ADA APA DENGAN CINTA! Ada dua bahasa universal yang dapat dimengerti oleh semua orang di dunia. Apa pun bahasa, dan kebudayaannya, mereka pasti memahami dua bahasa universal ini. Bahasa universal pertama adalah lagu, dan bahasa kedua adalah cinta. Cinta membuat hidup lebih bergairah dan indah. Namun, tidak banyak orang yang menyadari bahwa cinta dapat membuar orang mampu untuk bertahan hidup. Ada sebuah penelitian yang dilakukan para peneliti kanker di King’s College di London terhadap 57 penderita kanker payudara yang menjalani mastektomi.

Dalam penelitian yang membutuhkan waktu sangat panjang didapati 7 di antara 10 wanita yang memiliki semangat juang tinggi dan dapat terus hidup hingga 10 tahun kemudian. Sedangkan 4 dari 5 wanita “yang merasa tidak berdaya” setelah mendapat diagnosis, akhirnya meninggal. Dari penelitian tersebut ditarik sebuah kesimpulan bahwa jika pasien masih mempunyai pengharapan, ia akan memberikan pengaruh yang baik bagi kesehatannya. Tahukah Anda bahwa ternyata orang yang merasa dicintai oleh keluarganya adalah orang yang paling banyak mempunyai harapan untuk terus hidup, mempunyai sikap positif, dan mempuyai semangat juang yang tinggi?

Jadi, cinta membuat seseorang mampu bertahan karena ia memiliki harapan yang lebih besar dalam menghadapi tantangan hidup.

Cinta memang tidak bisa dilihat, tetapi bisa dirasakan. Ungkapkanlah cinta kepada mereka yang kita cintai. Selain itu, pastikan anak Anda menerima cinta yang tulus dan sejati sebelum mereka meninggalkan rumah Anda, atau sebaliknya, pastikan Anda menerima cinta kasih yang sejati sebelum Anda meninggalkan rumah Anda.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Safe by The Belt

Safe by the belt, saya membaca kata-kata ini di sebuah billboard besar saat melintas di sebuah jalan raya besar di Amerika. Ini adalah plesetan dari kata ‘Safe by the bell’, yang sering digunakan apabila ada petinju yang nyaris kalah, tetapi diselamatkan oleh bunyi bel, tanda berakhirnya suatu ronde. Dengan demikian, petinju tersebut mempunyai kesempatan untuk memulihkan tenaga.

Saat berhenti di sebuah restoran, di satu perhentian tidak jauh dari billboard itu, saya baru mengerti hal yang dimaksud oleh billboard itu setelah melihat foto mobil yang ringsek akibat tabrakan dan diberi judul “SAFE BY THE BELT”. Mobil itu hancur karena ditabrak saat melaju dalam kecepatan tinggi, dan terjepit di antara beberapa mobil. Namum hebatnya, pengendara mobilnya selamat, nyaris tidak ada luka di tubuhnya, hanya goresan kecil yang tidak berarti. Menurut cerita, ia selamat karena menggunakan “safety belt” atau sabuk pengaman.

Prinsip kerja safety belt sebenarnya sangat sederhana, yaitu menjaga penumpang mobil pada waktu terjadi tabrakan sehingga orang yang menggunakannya tidak terlontar dari kursi. Para ahli percaya bahwa jika penumpang tetap terikat di kursi pada waktu terjadi tabrakan, kondisinya akan lebih baik daripada penumpang yang tidak menggunakan safety belt. Hal ini karena biasanya penumpang mengalami cedera karena terlontar dari kursi dan menabrak kaca atau bagian mobil lainnya. Saya merenungkan perjalanan kita sebagai manusia. Sering kali kita mengalami guncangan dan tabrakan, tetapi sebenaranya jika kita menggunakan “safety belt kehidupan” dengan baik, saya yakin itu semua tidak akan memengaruhi kita.

Ikuti semua hukum kebenaran tentang kehidupan. Biarkan itu menjadi “safety belt kehidupan” kita.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Serendipity

Serendipity adalah kata dalam bahasa Inggris yang berarti “kekeliruan yang positif”. Kata ini berasal dari ulah pangeran Kerajaan Serendip (kini Sri Langka). Ia melakukan banyak kesalahan, tetapi malah berhasil sehingga negerinya makmur dan sejahtera. Paling tidak, ini adalah kisah dalam dongeng rakyat Persia yang diberi judul “Tiga Pangeran Serendip”. Dari sini, lahirlah kata “serendipity”, yang diambil dari nama kerajaan itu.

Serendipity banyak dijumpai dalam kisah penemuan berbagai makanan dan minuman, seperti:

  1. Teh, ditemukan ketika seseorang merebus air lupa menutup pancinya, dan daun teh jatuh ke dalamnya.
  2. Roti, hingga tahun 27 SM, bentuk roti selalu bundar dan datar, tidak gembung seperti sekarang. Suatu kali, sebelum api dinyalakan seorang budak yang bertugas memanggang roti tertidur karena kelelahan, padahal adonan roti sudah dimasukan ke dalam oven. Karena panas, adonan menggembung dua kali lipat. Si budak segera menyalakan api dengan harapan adonan akan menyusut, tetapi ternyata tidak! Roti langsung matang dengan kulit luar halus mengkilat. Karena waktu makan sudah tiba, “roti salah” itu tetap disajikan dan ternyata semua orang menyukainya. Mulai hari itu, semua orang di seluruh dunia menyukai “roti bengkak salah buat itu”

Banyak orang yang bodoh mengotot menunjukkan bahwa dirinya benar, tetapi sayang, akhirnya mereka kandas dalam keputusasaan. Mengapa mereka tidak mengalah, berhenti sejenak, melihat, dan belajar untuk menerima keadaan? Siapa tahu mereka akan mendapat hasil yang lebih baik.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Post It | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Post-It

POST-IT! Mungkin di antara Anda belum banyak yang mengenal tokoh ini, tetapi pasti sudah banyak yang pernah memanfaatkan hasil karyanya, yaitu kertas pelekat (post-it notes) yang banyak digunakan untuk menuliskan pesan. Kertas pesan berperekat ini menjadi bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan di kantor, bahkan di sekolah. Ternyata produk kreatif Spencer Silver ini awalnya tidak diperuntukan seperti kegunaannya sekarnag. Pada mulanya, Spencer Silver ingin membuat produk lem yang kuat, tetapi gagal. Kegagalan ini tidak bisa dibuang begitu saja, tetapi justru ia ubah menjadi kesuksesan. Inilah kreativitas.

Saya selalu ingat hal yang dikatakan Bapak Entrepreneur Indonesia, Pak Ciputra, bahwa seorang yang ingin sukses sebagai entrepreneur (pengusaha) harus memiliki kreativitas.

Melalui kreativitas, Spencer mencoba melihat dari sisi lain kegagalannya, dan akhirnya ia berhasil melihat kesempatan bisnis yang cemerlang dari produk lem gagal itu. Peluang bisnisnya adalah kertas memo berperekat yang bisa diambil dengan mudah dan dipindahkan kemana saja, tanpa meninggalkan bekas pada permukaan barang yang menjadi tempat menempel kertas memo berperekat itu.

Jika saat ini Anda gagal, cobalah belajar dari Post-It. Tambahkan sedikit kreativitas, yaitu melihat dari sisi yang lain … dan semoga POP!!! … lahirlah produk baru yang akan terkenal di dunia.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Anak Saya Ke Bali | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Anak Saya ke Bali

ANAK SAYA KE BALI! Pada suatu sore, anak saya datang kepada saya dan meminta izin untuk pergi dengan teman-temannya ke Bali. Saya sangat heran, padahal kami sudah berencana mau ke Bali, dan waktunya hanya berbeda dua minggu. Saya heran mengapa ia harus pergi ke Bali lagi dengan teman-temannya. Saya berkeras melarang ia pergi. Terjadilah keributan yang tidak bisa saya lupakan. Saya merasa benar dan anak saya juga merasa benar. Tidak ada yang mau mengalah di antara kami.

Itu adalah peristiwa yang paling menyedihkan bagi saya. Hubungan kami terganggu hingga bertahun-tahun setelah kejadian itu. Sekalipun akhirnya saya mengizinkan ia pergi, “keadaan tidak enak” itu lama menjadi ganjalan di antara kami berdua. Saya menyesal setiap kali mengingat peristiwa itu. Jika saya tahu, pasti saya mengalah karena semua kecurigaan dan kekhawatiran saya tidak ada yang terwujud. Saya menyesal sudah mengotot terhadap anak saya.

Hal yang makin membuat saya menyesal adalah ketika suatu kali saya pergi ke Bali lagi dengan anak saya, ia bercerita bahwa ia ditawari rokok dan minuman keras, tetapi dengan sadar ia menolak semua itu. Ketika saya tanyakan penyebabnya, ia menjawab “Jelas saya tidak mau. Itu kan tidak baik dan tidak benar.” Saya terharu mendengarnya.

Memang tidak mudah untuk mempercayai anak, tetapi “kepercayaanlah” yang membuat anak menjadi dewasa. Percayalah!

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Setetes Air | Momen Inspirasi | Delapina Home Serpong

Setetes Air

SETETES AIR! Saya kagum akan hal yang alam contohkan kepada kita. Sering kali kita berkata dan meyakini bahwa untuk maju kita harus mengotot, jangan menyerah. Mungkin hal ini benar, tetapi tidak selalu benar. Ada kalanya kita harus mengalah dan mengambil cara lain agar tujuan kita dapat tercapai.

Alkisah suatu kali lahirlah setetes air di satu mata air di gunung yang tinggi; air itu mengalir bersama tetesan lain dengan gembira. Di tengah keceriaan yang terjadi, mereka tekejut karena jalan mereka dihalangi oleh sebatang pohon yang roboh. Mereka terhenti sebentar, tidak memaksakan diri untuk terus meluncur.

Mereka menunggu sampai jumlah mereka memadai, lalu mereka dapat melewati pohon itu. Si Tetes kembali gembira. Di satu kelokan, mereka terkejut ada tanah longsor yang menutupi jalan, dan kali ini, gundukan ini cukup tinggi sehingga mustahil mereka bisa mendaki. Namun mereka tetap meneruskan perjalanan dengan mencari tanah yang lebih rendah, dan akhirnya mereka tiba di laut. Air itu lemah, batang kayu lebih kuat dan tegar, tanah longsor sangat tinggi, tetapi yang mengherankan, air tidak pernah terhambat. Sering kali ia mengalah, tetapi ketika saatnya tiba ia akan mencari jalan lain dan mengalir kembali.

Alam sudah memberi kita contoh bahwa mengalah tidak selalu kalah. Keberhasilan pasti akan tiba, kita hanya perlu menunggu waktu. Tetaplah gembira karena bagian yang terbaik dalam kehidupan Anda segera tiba.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi : Badai Petir

Badai Petir

BADAI PETIR! Sering kali alam mengajarkan sesuatu yang hebat kepada kita dengan cara sederhana, tetapi dampaknya luar biasa. Suatu kali, Jawatan Cuaca Nasional mengeluarkan satu imbauan, khususnya bagi mereka yang sering berpegian atau berjalan di tempat atau lapangan terbuka.

Apabila tiba-tiba ada badai petir, ketika petir saling menyambar silih berganti, janganlah lari. Tetaplah tenang di tempat kita terjebak badai petir, dan lakukanlah langkah-langkah berikut:

  1. Berlutut
  2. Dorong tubuh ke depan serendah mungkin
  3. Letakan tangan diatas lutut.

Tujuannnya adalah agar kita tidak menjadi konduktor yang menyalurkan listrik ke bumi.

Sekalipun demikian, keberhasilan pengamanan maksimum akan sangat tergantung seberapa rendah posisi tubuh kita. Bukankan ini contoh sederhana yang sangat menakjubkan, bukan?

Cara yang sama juga perlu kita lakukan saat menghadapi “badai kehidupan”. Berlututlah, rendahkan diri, makin rendah makin baik, dan berdoalah.

Rendahkan diri kita karena Tuhan membenci orang yang sombong dan mengasihi orang yang rendah hati. Angin akan menerpa lebih keras pada bagian pohon yang lebih tinggi. Merendahkan diri bukanlah tindakan bodoh; melalui sikap dan tindakan merendahkan diri, banyak kesulitan hidup dapat kita atasi. Percayalah!

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Momen Inspirasi - Penjual Ayam Goreng

Penjual Ayam Goreng

PENJUAL AYAM GORENG! Saya menyukai pernyataan yang berbunyi “Kesuksesan tidak tergantung pada usia.” Berapa pun usia kita, kita masih bisa berhasil, dan kegagalan sebenarnya tidak mampu membendung kesuksesan kita. Ada banyak orang mendulang sukses pada usia tua, salah satunya adalah Kolonel Harland Sanders, pendiri waralaba ayam goreng terkenal di dunia KFC, Kentucky Fried Chicken.

Sampai ia berusia 66 tahun, semua usahanya tidak mencapai keberhasilan yang berarti. Akibatnya, mantan anggota Angkatan Darat Amerika ini tidak memiliki uang sepeser pun, kecuali hidup dari tunjangan hari tuanya yang semakin hari semakin menipis. Akan tetapi, ia tidak pernah berhenti berusaha. Rupanya usia tidak memadamkan niatnya untuk berhasil.

Pada suatu kesempatan, ia memperoleh cek jaminan kesejahteraan senilai US$ 105, lalu ia berpikir, “Apa yang dapat kulakukan dengan cek sebesar ini agar berguna bagi orang lain? Apa imbalan yang akan kudapat?” Tentu tidak ada karena jumlahnya sangat kecil. Padahal dalam sisa hidup nya, ia ingin dapat membantu orang lain. Sesaat ia teringat akan keahlian yang ia warisi dari ibunya. Kemudian ia berpikir,”Menjual resep saja tidak akan cukup untuk membayar sewa rumah, bagaimana jika menjual resep dan menunjukkan cara memasak ayam yang benar? Mungkinkah aku akan memperoleh keuntungan?

Kolonel Sanders mulai menawarkan resep ke restoran demi restoran; ada yang menyambutnya dengan baik, ada pula yang mengejeknya. Apakah Kolonel Sanders menyerah? Tidak, ia selalu memiliki alasan untuk tidak berhenti berusaha karena ia punya kunci sukses, yaitu tidak pernah menyerah.

Berapa kali Kolonel Sanders ditolak? Menurut catatan, ia pernah ditolak sebanyak 1.009 kali! la berjuang selama dua tahun menjelajah Amerika dengan mobil tua, tidur di mobil dan bangun pagi dengan kondisi siap menawarkan gagasannya kepada restoran baru. Akhirnya idenya diterima dan ia berhasil pada waktu berusia 65 tahun. Anda pun dapat memperoleh kesuksesan. Jangan tunggu hingga Anda berusia 65 tahun, mulailah sejak sekarang.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi