Tukang Sayur

Apa saja yang ada di dalam pikiran kita, itulah yang akan kita lakukan. Jadi jika Anda ingin berubah, ubahlah cara pikir kita. Setiap cita-cita, keinginan, mimpi, atau obsesi seharusnya menyatu erat dengan pikiran dan hati kita sehingga hal itu akan terus mewarnai keseharian kita, sampai terwujud.

Suatu hari, Harno, penjual sayur keliling, sedang menjajakan dagangannya, yaitu bermacam buah dan sayuran menggunakan gerobak yang dikaitkan ke sepeda. Pagi itu dengan suaranya yang sudah dikenal oleh ibu-ibu pelanggan di daerah itu, Harno mulai meneriakkan dagangannya dan berkeliling. Ketika sedang asyuk berteriak menawarkan dagangannya, tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang dari arah depan. Karena sempitnya jalan, mobil itu menyerempet gerobak Harno. Harno pun jatuh bersama gerobaknya. Seluruh dagangannya berhamburan dan berserakan. Kampung yang sunyi itu pun menjadi ramai. Orang-orang keluar karena penasaran dengan peristiwa yang terjadi. Mereka melihat Harno sedang menyeka darah di dahi dan tangannya sambil terus merintih kesakitan karena luka-lukanya memang cukup parah.

Sekelompok anak muda yang kebetulan berada di situ segera berlari menghampiri Harno. Polisi yang lewat dan beberapa ibu pelanggan setia Harno bertanya dengan cemas, “Mas, ada apa? Ada apa, Mas?” dengan terbata-bata Harno menjawab, “Ada timun, tahu, tempe, kangkung, ikan tongkol, hari ini juga ada rambutan … aduuuuuh!” walaupun Harno kelihatan sangat kesakitan hampir semua orang tersenyum, “Yah, dasar tukang sayur,” komentar beberapa orang sambil tersenyum. Di tengah kesakitannya, tanpa sadar Harno tetap ingat akan misinya, yaitu menjual sayur. Katanya orang seperti inilah yang akan terus mendaki sekalipun di hadapannya ada bukit tantangan.

Orang seperti Harnolah yang tidak mundur saat krisis. Ia akan terus maju mencapai cita-citanya. Milikilah tekad yang hebat dan lakukanlah dengan sepenuh hati.

Apa yang kamu pelajari dari momen inspirasi saat ini? Ketik & bagikan ceritamu di bagian komentar.

Sumber : Buku Momen Inspirasi oleh Andreas Nawawi

Read More Posts from Momen Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *